Presiden Korsel: Korut Lewati 'Garis Merah' jika Pasang Nuklir di ICBM

Kamis, 17 Agustus 2017 - 12:51 WIB
Presiden Korsel: Korut...
Presiden Korsel: Korut Lewati 'Garis Merah' jika Pasang Nuklir di ICBM
A A A
SEOUL - Korea Utara (Korut) akan melewati “garis merah” jika menempatkan sebuah hulu ledak nuklir pada sebuah rudal balistik antarbenua (ICBM). Komentar itu disampaikan Presiden Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-in, pada hari Kamis (17/8/2017).

Kendati demikian, dia menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) telah berjanji pada Korsel untuk meminta persetujuan Seoul sebelum melakukan tindakan militer terhadap Pyongyang.

Baca: Nuklir Bukan Satu-satunya Senjata Horor di Gudang Senjata Korut

Kemajuan pesat Korea Utara dalam mengembangkan senjata nuklir dan peluru kendali (rudal) yang mampu mencapai daratan AS telah memicu lonjakan ketegangan dalam beberapa hari ini. Pyongyang sebelumnya mengancam untuk menembakkan rudal ke Guam sebelum akhirnya membatalkannya. Sedangkan Presiden AS Donald Trump mengancam akan merespons Korut dengan “api dan amarah” jika Pyongyang nekat menyerang wilayah AS.

”Saya akan mempertimbangkan bahwa Korut sedang melintasi ‘garis merah’ jika meluncurkan rudal balistik antarbenua lagi dan membuat senjata dengan menempatkan hulu ledak nuklir di atas rudal,” kata Presiden Moon Jae-in dalam sebuah konferensi pers yang menandai 100 hari memimpin Korsel, seperti dikutip Reuters.

Moon telah berulang kali memperingatkan Korut untuk tidak melewati “garis merah”, namun dia tidak pernah menjelaskan konsekuensi yang akan dirasakan Pyongyang jika mengabaikan peringatannya itu.

Baca juga: Kepala Strategi Trump: Tak Ada Solusi Militer, Korut Hanya Tontonan

Sementara itu, Wakil Presiden AS Mike Pence kepada wartawan di Chile pada hari Rabu mengatakan bahwa semua opsi untuk rezim Kim Jong-un di Pyongyang tetap ada di meja. Wakil Trump ini meminta negara-negara Amerika Latin untuk memutuskan hubungan dengan Pyongyang.

Tapi, Kepala Strategi Utama Gedung Putih Steve Bannon mengatakan bahwa tidak ada solusi militer terhadap ancaman nuklir Korea Utara. Alasannya, artileri Pyongyang hanya bisa menargetkan Ibu Kota Korea Selatan, Seoul.

”Tidak ada solusi militer (untuk ancaman nuklir Korea Utara), lupakan saja,” kata Bannon kepada The Prospect dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Rabu.

”Sampai seseorang menyelesaikan bagian dari persamaan yang menunjukkan kepada saya bahwa 10 juta orang di Seoul tidak meninggal dalam 30 menit pertama dari senjata konvensional, saya tidak tahu apa yang sedang Anda bicarakan, tidak ada solusi militer di sini,” ujar Bannon.
(mas)
Berita Terkait
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Korea Utara Marah Kapal...
Korea Utara Marah Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
IRGC pada Warga Kuwait:...
IRGC pada Warga Kuwait: Amerika Serikat, Bukan Iran, yang Langgar Kedaulatan Anda
45 menit yang lalu
AS Terus Serang Iran...
AS Terus Serang Iran tapi Malah Ketakutan, Peringatkan Warganya di Seluruh Dunia
1 jam yang lalu
Menlu Rubio Klaim Iran...
Menlu Rubio Klaim Iran Memohon Kesepakatan dengan AS, Ancam 1 Kepala untuk 1 Mata
2 jam yang lalu
Lebih dari 2.300 Pemukim...
Lebih dari 2.300 Pemukim Yahudi Serbu Masjid Al-Aqsa, Hamas dan Yordania Murka
3 jam yang lalu
Iran Ungkap Radar AS...
Iran Ungkap Radar AS Mengalami Malam Gelap akibat Serangan Rudal
4 jam yang lalu
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
5 jam yang lalu
Infografis
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan Angkatan Laut Korut Dipersenjatai Nuklir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved