Ukraina Bantah Suplai Mesin Rudal ke Korut

Selasa, 15 Agustus 2017 - 22:12 WIB
Ukraina Bantah Suplai...
Ukraina Bantah Suplai Mesin Rudal ke Korut
A A A
KIEV - Pemerintah Ukraina membantah laporan yang menyebutkan mereka adalah pihak yang menyuplai mesin rudal kepada Korea Utara (Koru). Kiev menegaskan, mereka selalu bertindak sesuai dengan hukum internasional.
"Ukraina tidak pernah memasok mesin roket atau teknologi rudal ke Korut," kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional dan Pertahanan Ukraina, Aleksandr Turchinov dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today pada Selasa (15/8).
"Kiev selalu mematuhi komitmen internasionalnya," sambungnya, dan mengklaim bahwa tidak ada satu pun produsen di Ukraina yang terlibat dalam kesepakatan senjata dengan Pyongyang.
Sebelumnya diwartakan, para ilmuwan Barat mengungkap bahwa kemajuan yang mengejutkan dari program rudal Korut terkait langsung dengan mesin dari pabrik di Ukraina yang diperoleh secara ilegal. Hal itu tertuang dalam laporan yang diterbitkan oleh International Institute for Strategic Studies (IISS) yang berbasis di London.
Publikasi berjudul “The secret to North Korea's ICBM success” (Rahasia keberhasilan ICBM Korea Utara) itu juga dipublikasikan The New York Times yang didukung penilaian dari badan intelijen Amerika Serikat (AS).
Pria di balik studi tersebut dalah pakar rudal pertahanan untuk IISS, Michael Elleman. Menurutnya, bukti kuat pertama dari kemajuan program rudal jarak jauh Korut yang mengejutkan selama dua tahun terakhir adalah hasil dari LPE era Soviet yang diperoleh Pyongyang.
Elleman melanjutkan, mesin RDE-250—sebuah LPE versi modifikasi yang pernah diproduksi oleh KB Yuzhnoye dari Ukraina—telah digunakan untuk medukung rudal terbaru Korut. ”Rudal balistik jarak menengah, Hwasong-12, dan rudal balistik antarbenua (ICBM), Hwasong -14,” kata Elleman.
Merujuk peluncuran rudal terbaru, ahli tersebut mengutip klaim oleh Pentagon dan militer Korea Selatan (Korsel), yang percaya apa yang diuji Pyongyang pada akhir Juli lalu memang ICBM. Namun, Kementerian Pertahanan Rusia mengkategorikannya sebagai rudal balistik jarak menengah (IRBM) dengan dari data pendeteksi rudal milik Moskow.
Elleman melanjutkan, bukti yang ada dengan jelas menunjukkan bahwa mesin yang dimodifikasi dibuat untuk Pyongyang dilakukan oleh produsen aslinya. Sebab, kata dia, orang Korut tidak mungkin melakukan modifikasi sendiri.
(esn)
Berita Terkait
Di Tengah Perang dengan...
Di Tengah Perang dengan Ukraina, Video Rusia Unjuk Kekuatan Militer Beredar
Terjebak Perang, 9 WNI...
Terjebak Perang, 9 WNI Warga Binjai Minta Tolong Dievakuasi dari Ukraina
Kedutaan Ukraina untuk...
Kedutaan Ukraina untuk Indonesia Rilis Video Kerusakan akibat Agresi Rusia
Rusia Terus Gempur Pertahanan...
Rusia Terus Gempur Pertahanan Pasukan Ukraina di Kota Urozhainoye, Donetsk Selatan
Terjebak Perang, 9 WNI...
Terjebak Perang, 9 WNI Warga Binjai Minta Tolong Dievakuasi dari Ukraina
Rusia Menembak Jatuh...
Rusia Menembak Jatuh 2 Jet Tempur MiG-29 Angkatan Udara Ukraina di Kherson
Berita Terkini
Israel Bunuh 3 Tentara...
Israel Bunuh 3 Tentara Lebanon, Presiden Aoun Murka
7 menit yang lalu
AS Curigai Zionis, Pentagon...
AS Curigai Zionis, Pentagon Naikkan Tingkat Ancaman Spionase Israel Jadi Kritis
1 jam yang lalu
Paus Leo Tegaskan Kriteria...
Paus Leo Tegaskan Kriteria untuk Perang yang Adil Tidak Ada dalam Serangan AS-Israel di Iran
2 jam yang lalu
Iran Peringatkan Serangan...
Iran Peringatkan Serangan AS Berisiko Seret Timur Tengah Kembali ke Konflik
3 jam yang lalu
Selain Azerbaijan, Israel...
Selain Azerbaijan, Israel Kirim Pasukan ke UEA, Irak dan Somaliland selama Perang Iran
5 jam yang lalu
Meski Sekutu Sejati,...
Meski Sekutu Sejati, Mengapa Pentagon Tingkatkan Ancaman Mata-mata Israel ke Tingkat Tertinggi?
6 jam yang lalu
Infografis
Daftar Lengkap Pelatih...
Daftar Lengkap Pelatih Timnas Indonesia dari Masa ke Masa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved