Semenanjung Korea Memanas, Selandia Baru Pilih Menahan Diri

Minggu, 13 Agustus 2017 - 14:53 WIB
Semenanjung Korea Memanas,...
Semenanjung Korea Memanas, Selandia Baru Pilih Menahan Diri
A A A
WELLINGTON - Selandia Baru akan menahan diri dari respon agresif terhadap Korea Utara. Sikap Selandia Baru ini berbeda dengan negara tetangganya, Australia, yang siap untuk bergabung dengan Amerika Serikat (AS) di tengah meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea.

"Kami fokus pada resolusi damai dari ketegangan ini. Jika ada tindakan militer sama sekali, kami akan mempertimbangkan manfaat dari kontribusi kami," kata Perdana Menteri Selandia Baru Bill English seperti dikutip dari Russia Today, Minggu (13/8/2017).

English menekankan bahwa Selandia Baru tidak akan secara otomatis mengikuti jejak Australia.

"Kami berhubungan dekat dengan AS dan Australia namun keputusan apapun yang dibuat Selandia Baru terhadap Korut sesuai dengan kepentingan kita sendiri," tegasnya.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Gerry Brownlee, memberi isyarat bahwa sangat penting bagi negaranya untuk berhati-hati.

"Melakukan respons agresif sekarang - sambil mendorong semua pihak yang terlibat untuk menghindari eskalasi - bukanlah posisi yang ingin kita ambil," terangnya.

Brownlee menekankan bahwa jika terjadi konflik bersenjata, negara kepulauan tersebut akan menilai pilihan yang sesuai pada waktunya.

"Australia adalah satu-satunya sekutu formal kami dan jika situasinya berkembang menjadi konflik bersenjata, kami akan menilai opsi kami saat itu," katanya.

Pernyataan dari Wellington datang tak lama setelah negara tetangganya, Australia, mengatakan akan meminta bantuan pakta pertahanan bersama (ANZUS) jika terjadi serangan Korea Utara terhadap pasukan Amerika di Asia Pasifik.

"Amerika berdiri oleh sekutunya, termasuk Australia tentu saja, dan kami berdiri di belakang AS," kata Perdana Menteri Malcolm Turnbull.

"AS tidak memiliki sekutu yang lebih kuat dari Australia. Kami memiliki perjanjian ANZUS dan jika ada serangan ke Australia atau AS masing-masing dari kita akan membantu pihak lain, " Turnbull menambahkan.
(ian)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korut Kecam Pakta AUKUS,...
Korut Kecam Pakta AUKUS, Sebut Bawa Dunia Lebih Dekat ke Perang Nuklir
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Bom Nuklir dan Rudal...
Bom Nuklir dan Rudal Baru Korut Paksa AS Pikir Ulang Rencana Perang
Berita Terkini
AS Luncurkan Serangan...
AS Luncurkan Serangan Hari Ke-12, Iran Siap Terapkan Doktrin 'Mata Ganti Mata'
38 menit yang lalu
AS Restui Arab Saudi...
AS Restui Arab Saudi Miliki Program Nuklir, Israel Ketakutan
1 jam yang lalu
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
2 jam yang lalu
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
2 jam yang lalu
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
3 jam yang lalu
Daftar Teroris Indonesia...
Daftar Teroris Indonesia yang Pernah Diburu Interpol, Nomor 1 Buron Internasional Bertahun-tahun
4 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved