Korut: Jika AS Tak Ingin Azab Tragis, Bicara yang Baik

Minggu, 13 Agustus 2017 - 00:24 WIB
Korut: Jika AS Tak Ingin...
Korut: Jika AS Tak Ingin Azab Tragis, Bicara yang Baik
A A A
PYONGYANG - Perang kata-kata antara Amerika Serikat (AS) dengan Korea Utara (Korut) terus berlanjut. Kali ini, Pyongyang memperingatkan pemerintah Donald Trump agar bicara dan bertindak yang baik atau Washington mengalami azab tragis.

”Jika pemerintah Trump tidak menginginkan dinasti Amerika menjemput azab tragisnya di masa jabatannya, mereka sebaiknya berbicara dan bertindak dengan baik,” kata pemerintah Korut dalam sebuah pernyataan yang disiarkan media pemerintah pada hari Sabtu.

Pemerintah Kim Jong-un yang berkuasa di Pyongyang “menggaris bawahi” ucapan-ucapan Trump yang berbahaya.

“Akhir-akhir ini, presiden dan sekutu lainnya dari AS menangisi 'opsi militer' terhadap DPRK, dengan alasan bahwa mereka 'tidak akan mengesampingkan perang'. Sementara itu, mereka mengenalkan aset nuklir strategis yang besar ke semenanjung Korea, menertawakan latihan perang nuklir yang sembrono dan membuat situasi regional sangat tegang,” lanjut pernyataan pemerintah Pyongyang, seperti dikutip dari ABC News, Minggu (13/8/2017).

”AS telah melakukan berbagai kesalahan pada DPRK, menata dirinya sebagai satu-satunya negara adidaya di mata dunia,” papar Korut yang menggunakan nama resminya, Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK).

”Tapi sekarang (AS) menemukan dirinya dalam dilema yang semakin memburuk, dilemparkan ke dalam genggaman kerusuhan keamanan ekstrem oleh DPRK. Ini adalah kejadian tragis dari perbuatannya sendiri.”

“Militer Korea Utara mampu memerangi perang yang diinginkan AS, sekarang siaga untuk meluncurkan bara ke daratannya, menunggu perintah serangan terakhir,” imbuh pernyataan rezim pemerintah Kim Jong-un.

Pernyataan itu sebagai balasan atas ancaman Trump terhadap Pyongyang yang disampaikan hari Jumat waktu AS. ”Kim Jong-un, dia tidak akan lolos dari apa yang dia lakukan,” kata Trump.

”Jika dia mengucapkan satu ancaman terbuka yang selama bertahun-tahun dia dan keluarganya perkenalkan, atau jika dia melakukan sesuatu terhadap Guam atau wilayah lain Amerika atau sekutu Amerika, dia benar-benar akan menyesalinya, dan dia akan menyesalinya dengan cepat,” ucap President Trump.

Presiden Amerika Serikat ini juga telah meyakinkan penduduk Guam, bahwa Washington menjamin keamanan mereka. ”Saya rasa mereka akan sangat aman,” katanya. ”Percayalah, mereka akan sangat aman. Dan jika terjadi sesuatu di Guam, akan ada masalah besar di Korea Utara.”
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
19 menit yang lalu
Dunia Tahu Israel Memiliki...
Dunia Tahu Israel Memiliki Senjata Nuklir, tapi Kenapa Diam Saja?
1 jam yang lalu
Mengapa Komunitas Internasional...
Mengapa Komunitas Internasional Tak Bisa Menghentikan Gazanisasi di Lebanon?
2 jam yang lalu
5 Alasan Iran Serang...
5 Alasan Iran Serang Bahrain dan Kuwait, Menekan AS Memenuhi Tuntutan Teheran
3 jam yang lalu
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
4 jam yang lalu
Hamas Ungkap Pertemuan...
Hamas Ungkap Pertemuan di Kairo Bahas Penerapan Gencatan Senjata Gaza
5 jam yang lalu
Infografis
Pete Hegseth, Menteri...
Pete Hegseth, Menteri Perang AS yang Dikenal Rasis, Radikal, dan Pemabuk
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved