Tampak Layak Dimakan, Fruitcake Ini Berusia 1 Abad Lebih

Sabtu, 12 Agustus 2017 - 12:23 WIB
Tampak Layak Dimakan,...
Tampak Layak Dimakan, Fruitcake Ini Berusia 1 Abad Lebih
A A A
WELLINGTON - Antartika yang tertutup es adalah salah satu lingkungan alam yang paling tidak bersahabat di bumi. Namun penemuan baru oleh Antartika Heritage Trust menunjukkan bahwa lingkungan ini cocok untuk sebuah fruitcake Inggris yang berusia 106 tahun.

Konservator menemukan kue tua itu di Cape Adare. Kue itu dipercaya milik penjelajah asal Inggris, Robert Falcon Scott, yang dikenal sebagai Scott dari Antartika.

Meski kaleng kue itu berkarat, tim tersebut mengatakan bahwa kondisinya sangat baik dan berbau harum seperti disadur BBC dari National Geographic, Sabtu (12/8/2017).

Trust yang berbasis di Selandia Baru menemukannya di gedung tertua di Antartika, sebuah pondok yang dibangun oleh tim penjelajah Norwegia Carsten Borchgrevink pada tahun 1899. Gedung ini digunakan oleh Kapten Scott pada tahun 1911 selama ekspedisi Terra Novanya.

Perintis ekspedisi kutub itu dikatakan menyukai kue khusus ini, dibuat oleh perusahaan biskuit Inggris Huntley & Palmers.

"Fruitcake adalah barang populer dalam masyarakat Inggris pada saat itu, dan tetap populer sampai sekarang," kata Lizzie Meek, manajer konservasi untuk artefak di Trust.

"Hidup dan bekerja di Antartika cenderung menyebabkan keinginan akan makanan berlemak tinggi dan tinggi gula, dan kue buah sesuai dengan keinginan itu, tidak perlu dilakukan dengan secangkir teh," imbuhnya.

Konservator telah menggali artefak di pondok sejak Mei 2016, dan telah menemukan sekitar 1.500 item. Item-item itu termasuk alat dan pakaian, dan - menurut Meeks - beberapa daging dan ikan yang sangat buruk, dan selai agak enak dilihat.

Semua yang mereka temukan dipulihkan dan dikembalikan ke tempat aslinya.

Nasib kue ini masih lebih baik karena Kapten Scott dan teman-temannya tidak begitu beruntung. Mereka berhasil sampai di Kutub Selatan, hanya untuk menemukan tim Norwegia telah mengalahkan mereka hanya dengan 33 hari. Penjelajah Inggris ini semuanya meninggal dalam perjalanan kembali ke basisnya.
(ian)
Berita Terkait
Angkat Keberagaman,...
Angkat Keberagaman, Ardern Tunjuk Wanita Maori Bertato hingga Pria Gay Dalam Kabinetnya
Bulan Depan, Selandia...
Bulan Depan, Selandia Baru Kembali Gelar Turnamen Tenis
Pelaku Penembakan Polisi...
Pelaku Penembakan Polisi Selandia Baru Tertangkap
Selandia Baru Heboh,...
Selandia Baru Heboh, Kelelawar Menangkan Kontes Burung Tahunan
Tersesat, Pinguin Antartika...
Tersesat, Pinguin Antartika Ini Berenang 3.000 km ke Selandia Baru
Negara Paling Damai...
Negara Paling Damai di Tahun 2022 Menurut Global Peace Index
Berita Terkini
3 Fakta Bantahan Azerbaijan...
3 Fakta Bantahan Azerbaijan Terkait Wilayahnya Digunakan Israel dalam Perang Iran
14 menit yang lalu
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
3 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
4 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
5 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
6 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
8 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Minggu 1 Maret 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved