Warga AS Dukung Opsi Militer Terhadap Korut

Selasa, 08 Agustus 2017 - 14:55 WIB
Warga AS Dukung Opsi...
Warga AS Dukung Opsi Militer Terhadap Korut
A A A
WASHINGTON - Sebagian besar warga Amerika mendukung tentara AS untuk membela Korea Selatan (Korsel) jika terjadi serangan oleh Korea Utara (Korut). Ini merupakan pertama kalinya dalam 27 tahun dilakukan survei mengenai permasalahan Semenanjung Korea, menurut Chicago Council on Global Affairs.

Dukungan warga Amerika untuk tindakan militer terhadap Korut meningkat dari 47 persen dua tahun lalu menjadi 62 persen dalam jajak pendapat yang dilakukan oleh lembaga itu. Namun, survei tersebut juga menemukan bahwa serangan preemptive terhadap program nuklir Korut tidak memiliki dukungan luas.

"Secara keseluruhan, 28 persen warga Amerika lebih senang mengirim tentara AS untuk menghancurkan fasilitas nuklir Korea Utara dan 40 persen mendukung melakukan serangan udara terhadap fasilitas produksi nuklirnya," kata Chicago Council on Global Affairs seperti dikutip dari Russia Today, Selasa (8/8/2017).

"Tindakan militer membawa risiko pembalasan dan eskalasi yang sangat nyata, dan seperti survei sebelumnya, tidak mendapat dukungan publik," tulis kelompok itu.

Studi yang sama mengatakan bahwa sementara sanksi belum membatasi program nuklir Korut, sanksi yang diperberat adalah opsi yang mendapat banyak dukungan dari masyarakat Amerika mencapai 76 persen.

Pada tanggal 5 Agustus lalu, Dewan Keamanan PBB dengan suara bulat menyetujui untuk menerapkan tindakan yang lebih ketat terhadap Pyongyang, yang melarang ekspor batubara, besi, timah dan makanan laut.

Langkah tersebut dilakukan sebagai tanggapan atas peluncuran rudal terbaru Korut pada bulan Juli, yang juga termasuk Korsel dan Amerika Serikat (AS), mengklaim sebagai tes rudal balistik antar benua (ICBM). Itu adalah sanksi ketujuh PBB yang dijatuhkan kepada Korut dalam 11 tahun terakhir.

Berbicara pada sebuah pertemuan Dewan Keamanan, utusan AS untuk PBB, Nikki Haley mengatakan bahwa resolusi baru tersebut adalah paket sanksi paling sulit terhadap negara manapun.

"Washington mengambil dan akan terus mengambil tindakan defensif yang bijaksana untuk melindungi diri dan sekutu kita dari ancaman Korea Utara," kata Haley.
(ian)
Berita Terkait
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Korea Utara Bersiap...
Korea Utara Bersiap Ledakkan Jalan-jalan Menuju Korea Selatan
AS Bersumpah Bela Korea...
AS Bersumpah Bela Korea Selatan Jika Terjadi Agresi Korea Utara
Anaknya Ditahan Korut,...
Anaknya Ditahan Korut, Ini Curhat Ibu Tentara AS
Berita Terkini
Penasihat Mojtaba Khamenei:...
Penasihat Mojtaba Khamenei: Trump Setuju Cairkan Aset Iran Rp426,7 Triliun yang Dibekukan AS
19 menit yang lalu
Korea Utara Marah AS...
Korea Utara Marah AS Jual Rudal Canggih ke Korea Selatan, Menyebutnya Ekspor Perang
47 menit yang lalu
Profesor AS: Israel,...
Profesor AS: Israel, Bukan Iran, yang Jadi Ancaman Nuklir Utama di Timur Tengah
1 jam yang lalu
Trump: AS dan Iran Teken...
Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua
1 jam yang lalu
10 Negara dengan Rudal...
10 Negara dengan Rudal Balistik Terkuat di Dunia, Juaranya Bukan AS
2 jam yang lalu
Pentagon Mengungkap...
Pentagon Mengungkap Kumpulan Data UFO Baru, Apakah Banyak Kejutan?
5 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved