Korban Tragedi WTC Teridentifikasi Setelah 16 Tahun

Selasa, 08 Agustus 2017 - 08:37 WIB
Korban Tragedi WTC Teridentifikasi...
Korban Tragedi WTC Teridentifikasi Setelah 16 Tahun
A A A
WASHINGTON - Jenazah seorang pria yang tewas dalam serangan teror World Trade Center (WTC) pada 11 September 2001 lalu berhasil diidentifikasi setelah 16 tahun serang tersebut. Namun, otoritas medis New York tidak bersedia mengumumkan identitas korban atas permintaan keluarganya.

Pengumuman tersebut menandai identifikasi baru pertama yang dilakukan sejak Maret 2015 dengan usaha yang sungguh-sungguh dan berkelanjutan. Otoritas medis New York menggunakan pengujian DNA dan cara lain untuk mencocokkan fragmen tulang dengan 2.753 orang yang dibunuh oleh pembajak yang menabrakkan pesawat terbang ke menara kembar pada tanggal 11 September 2001.

Sejauh ini telah 1.641 korban telah diidentifikasi, menyisakan sekitar 40% korban lainnya belum teridentifikasi seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (8/8/2017)

"Teknologi DNA baru yang lebih sensitif diluncurkan awal tahun ini dan membantu membuat identifikasi terbaru setelah pengujian sebelumnya tidak menghasilkan hasil apapun," kata kantor otoritas medis New York.

Seiring pengujian DNA yang semaki maju, demikian pula upaya jutaan dolar untuk menghubungkan lebih dari 21.900 potongan tubuh korban. Sedikit tubuh yang utuh ditemukan setelah menara raksasa terbakar dan roboh. Selain itu efek panas, bakteri dan bahan kimia seperti bahan bakar jet membuat lebih sulit untuk menganalisa jenazah semua korban.

Seiring waktu, kantor otoritas medis New York menggunakan proses yang melibatkan pemecah fragmen untuk mengekstrak DNA, kemudian membandingkannya dengan koleksi materi genetik dari korban atau keluarga mereka. Sebagian besar profil DNA yang dihasilkan berasal dari korban yang telah diidentifikasi sebelumnya.

Dalam beberapa kasus, ilmuwan telah kembali ke fragmen tulang yang sama 10 kali atau lebih, berharap teknologi baru akan memberikan jawaban.

Serangan pesawat 11 September menewaskan hampir 3.000 orang di New York, di Pentagon dan dekat Shanksville, Pennsylvania.
(ian)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
30 menit yang lalu
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
1 jam yang lalu
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
2 jam yang lalu
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
3 jam yang lalu
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
4 jam yang lalu
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
4 jam yang lalu
Infografis
11 Perang Terlama dalam...
11 Perang Terlama dalam Sejarah Manusia, Ada yang hingga 781 Tahun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved