Kutuk Sanksi, Korea Utara Anggap AS Berandal Dunia

Sabtu, 05 Agustus 2017 - 10:33 WIB
Kutuk Sanksi, Korea...
Kutuk Sanksi, Korea Utara Anggap AS Berandal Dunia
A A A
PYONGYANG - Kementerian Luar Negeri Korea Utara (Korut) mengutuk sanksi baru dari Amerika Serikat (AS). Pyongyang anggap sanksi sepihak sebagai tindakan “anakronistik” AS sebagai berandal dunia dengan menempatkan undang-undang nasionalnya di atas hukum internasional.

Korut juga mengecam larangan perjalanan warga AS ke Pyongyang sebagai kebijakan ”kekanak-kanakan” Washington.

”DPRK mengecam keras dan menolak apa yang disebut sanksi sepihak oleh AS, dan semua negara lain di dunia juga perlu secara serius merenungkan tindakan AS yang keterlaluan dan melanggar hukum,” kata Kementerian Luar Negeri DPRK dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan KCNA.

DPRK adalah singkatan dari nama resmi Korea Utara, yakni Republik Demokratik Rakyat Korea.

Awal pekan ini, Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang yang bernama “Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act”. UU itu berisi paket sanksi ekonomi terbaru terhadap Korut, Iran dan Rusia.

“UU ini mengirim pesan yang jelas kepada Korut bahwa rakyat Amerika tidak akan mentolerir perilaku berbahaya dan tidak stabil mereka,” kata Trump saat meneken UU tersebut.

Korut yang dipimpin Kim Jong-un mengutuk langkah Washington yang mereka sebut sebagai tindakan kriminal.

”Tindakan AS yang sangat menyukai sanksi dan mengacungkan sanksi kepada negara-negara berdaulat lainnya tidak lebih baik dari pada seorang hooligan (berandal) yang tidak dapat diizinkan oleh hukum internasional,” lanjut Kementerian Luar Negeri Korut, yang dikutip Sabtu (5/8/2017).

Pyongyang beralasan bahwa Washington hanya takut dengan kemajuan pesat program nuklir dan rudal Korut, yang mencapai realitas yang tak terbantahkan untuk memiliki bom atom dan bom hidrogen, serta sarana balistik antarbenua untuk mengantarkannya.

Pyongyang menjelaskan bahwa sanksi AS tidak akan pernah efektif di Korea Utara.

”Kampanye sanksi oleh AS bisa dilakukan di negara lain, tapi tidak pernah dengan DPRK,” imbuh Kementerian Luar Negeri Korut. Kementerian tersebut menyarankan Washington untuk fokus pada isu nasionalnya daripada menjatuhkan sanksi tanpa harapan terhadap Korut.
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
1 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
2 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
3 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
4 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
5 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
6 jam yang lalu
Infografis
Jadwal Semifinal Piala...
Jadwal Semifinal Piala Dunia 2026: Duel Penentu Final
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved