Iran Sebut Sanksi Baru AS Ilegal

Rabu, 26 Juli 2017 - 21:15 WIB
Iran Sebut Sanksi Baru...
Iran Sebut Sanksi Baru AS Ilegal
A A A
TEHERAN - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran mengecam persetujuan Parlemen Amerika Serikat (AS) terhadap Rancangan Undang-Udang (RUU) baru tentang sanksi baru terhadap Iran. Gashemi menggambarkannya sebagai tindakan ilegal dan menghina yang membahayakan kesepakatan nuklir antara Teheran dan kelompok 5 +1.
"Parlemen AS, dengan penerapan sanksi non-nuklir ini dan jika finalisasi dan implementasinya, akan mengabaikan dan mengancam pelaksanaan kesepakatan multilateral dan internasional yang merupakan hasil usaha yang dilakukan dalam beberapa tahun," kata Ghasemi, seperti dilansir Mehr News pada Rabu (26/7).
"Perundang-undangan dan persetujuan domestik suatu negara tidak dapat digunakan sebagai dalih bagi pemerintah untuk menghindari tanggung jawab internasional mereka. Oleh karena itu, karena Iran sejauh ini sepenuhnya mematuhi komitmennya seperti yang diakui oleh IAEA dan kelompok 5 + 1, mereka mengharapkan pihak-pihak lain dalam JCPOA, termasuk pemerintah AS, untuk mematuhi komitmen mereka," sambungnya.
Dia lalu menuturkan, Teheran dengan hati-hati akan meninjau teks dan ketentuan RUU, jika akhirnya hal tersebut disetujui. Gashemi menyebut Iran percaya bahwa ketentuan RUU tersebut tidak sesuai dengan semangat dan ketentuan JCPOA.
Ghasemi juga mengatakan, Kementerian Luar Negeri Iran mempertimbangkan ketentuan RUU itu mengenai kemampuan militer dan rudal Iran sebgagai tidak dapat dibenarkan dan tidak berdasar. Dalam RUU tersebut pengembangan kemampuan rudal Iran dinilai melanggar hukum internasional.
"Kebijakan pemerintah Iran di wilayah ini adalah untuk memerangi terorisme dan untuk menjaga keamanan bersama dan lingkungan yang baik. Terlebih lagi, program rudal Iran juga sesuai dengan Resolusi 2231, dan tidak ada yang dapat mencegah Iran untuk melakukan dan melaksanakan Kebijakan berprinsip untuk meningkatkan kemampuan pertahanannya,"katanya.
"Anggota kongres AS menuduh Iran merusak kawasan sementara pemerintah mereka, dengan menyerang Irak, memiliki peran kunci dalam menciptakan kelompok teroris seperti ISIS. Ketidakstabilan dan ekstremisme saat ini di wilayah ini adalah hasil dari kebijakan yang tidak dipedulikan dan tidak bertanggung jawab AS, dan sekutu regionalnya," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Solidaritas untuk Iran:...
Solidaritas untuk Iran: Masyarakat Tanda Tangani Pernyataan di Kediaman Dubes
Duta Besar Iran Ungkap...
Duta Besar Iran Ungkap Kronologi Lengkap Gelombang Protes Besar
Sengketa Rebutan Pulau,...
Sengketa Rebutan Pulau, Iran Pamer Rudal di Teluk Persia
Iran Pamer Drone Militer...
Iran Pamer Drone Militer Terbaru, Terbang 24 Jam Jangkau 2000 Kilometer
Aksi Solidaritas Iran...
Aksi Solidaritas Iran di Depan Kedubes AS Jakarta
Rakyat Iran Berduka...
Rakyat Iran Berduka atas Meninggalnya Presiden Ebrahim Raisi
Berita Terkini
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
20 menit yang lalu
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Pangkalan AS di Kuwait Hancur usai Serangan Iran
1 jam yang lalu
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
2 jam yang lalu
Selain Memaki, Trump...
Selain Memaki, Trump Juga Disebut Ancam Netanyahu via Istrinya atas Rencana Israel di Lebanon
2 jam yang lalu
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
3 jam yang lalu
Zelensky Tantang Putin...
Zelensky Tantang Putin Bertemu Tatap Muka, Kremlin: Datanglah ke Moskow!
4 jam yang lalu
Infografis
Siapa John Ternus, Bos...
Siapa John Ternus, Bos Baru Apple Pengganti Tim Cook?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved