DPR Amerika Setuju Rusia 'Dihajar' Sanksi Baru

Rabu, 26 Juli 2017 - 07:01 WIB
DPR Amerika Setuju Rusia...
DPR Amerika Setuju Rusia 'Dihajar' Sanksi Baru
A A A
WASHINGTON - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) atau Parlemen Amerika Serikat (AS) dengan suara mayoritas setuju untuk menjatuhkan sanksi baru terhadap Rusia.

Moksow akan “dihajar” sanksi baru oleh Washington atas sejumlah tuduhan, seperti ikut campur pemilu AS, mendukung rezim Suriah, mendukung pemberontak Ukraina dan aneksasi Crimea dari Ukraina.

Suara parlemen itu masih membutuhkan persetujuan Kongres sebelum Presiden Donald Trump bertindak dalam bentuk undang-undang. Rancangan undang-undang (RUU) sanksi yang disetujui DPR AS itu juga mencakup penjatuhan sanksi terhadap Iran dan Korea Utara.

Suara anggota parlemen AS, yakni 419:3 setuju jika Rusia dijatuhi sanksi baru. ”Ini memasrahkan Kongres untuk meninjau dan menolak sanksi apapun,” kata anggota parlemen dari Partai Republik, Ed Royce, menjelang pemungutan suara, pada hari Selasa waktu setempat.

Sanksi tersebut menargetkan beragam entitas dan individu, termasuk sektor energi, bank dan produsen senjata Rusia, dan juga pihak-pihak yang dituduh Amerika ikut campur dalam pemilihan presiden AS melalui serangan siber.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah memperingatkan bahwa sanksi baru yang dijatuhkan pada Rusia akan membuat hubungan Moskow dan Washington menjadi lebih buruk.

Rusia telah berulang kali menolak tuduhan telah berkolusi dengan tim kampanye Trump atau campur tangan dalam pemilihan presiden AS tahun 2016.

Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, mengatakan, sanksi baru AS yang akan dijatuhkan pada Rusia tidak hanya merugikan kedua negara, tapi juga merugikan negara-negara lain.

Senator Rusia, Aleksey Pushkov, juga mewanti-wanti Presiden Trump untuk tidak meneken RUU sanksi itu.

”Jika Trump menandatangani rancangan sanksi, dia tidak akan menenangkan musuh-musuhnya, mereka menginginkan pemakzulannya. Tapi dia akan menimbulkan kerusakan ganda; yakni terhadap hubungan dengan Rusia sekaligus dengan Uni Eropa pada saat yang bersamaan,” ujar Pushkov, seperti dikutip Russia Today, Rabu (26/7/2017).
(mas)
Berita Terkait
Hubungan Amerika Serikat...
Hubungan Amerika Serikat dan Ukraina Dikabarkan Retak
Fakta Perang Hibrida...
Fakta Perang Hibrida Amerika Serikat-Rusia
Perbandingan Wagner...
Perbandingan Wagner Rusia dan Blackwater Amerika Serikat
Pejabat Rusia yang Dilarang...
Pejabat Rusia yang Dilarang Masuk ke Amerika Serikat
Amerika Serikat: Iran...
Amerika Serikat: Iran Sekarang Beking Militer Utama Rusia
Campur Tangan Amerika...
Campur Tangan Amerika Serikat dalam Perang Rusia-Ukraina
Berita Terkini
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
8 menit yang lalu
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
1 jam yang lalu
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
9 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
11 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
12 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
13 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved