Warga AS Ditahan, Trump Kirim Peringatan Keras ke Teheran

Sabtu, 22 Juli 2017 - 06:36 WIB
Warga AS Ditahan, Trump...
Warga AS Ditahan, Trump Kirim Peringatan Keras ke Teheran
A A A
WASHINGTON - Presiden Donald Trump memberikan tekanan pada Iran untuk secepatnya membebaskan warga Amerika Serikat (AS) yang ditahan. Jika menolak, Teheran akan menghadapi konsekuensi serius.

"Presiden Trump siap untuk menerapkan konsekuensi baru dan serius terhadap Iran kecuali jika semua warga Amerika yang dipenjara secara tidak adil dibebaskan dan dikembalikan," kata Gedung Putih dalam sebuah pernyataan seperti dikutip dari Channel News Asia, Sabtu (22/7/2017).

Peringatan keras tersebut terjadi beberapa hari setelah Trump menyinggung kembali janji kampanye dan menjunjung tinggi kesepakatan nuklir Iran, sambil memperkenalkan sanksi baru terkait non-nuklir.

Ancaman sanksi terkait tahanan membuka sebuah front baru dalam ketegangan antara Teheran dan pemerintahan Trump.

Tindakan tersebut dilakukan setelah seorang warga China Amerika yang dituduh melakukan "infiltrasi" di Iran dijatuhi hukuman 10 tahun penjara. Pria itu diidentifikasi sebagai Xiyue Wang, seorang peneliti berusia 37 tahun di Princeton University.

Pejabat AS mengatakan bahwa Trump telah sangat tertarik dengan nasib orang-orang Amerika yang berada di luar negeri. Trump belajar dari kasus Otto Warmbier, seorang pelajar yang dibebaskan bulan lalu dari sebuah penjara Korea Utara (Korut) dalam keadaan koma dan meninggal tak lama setelah dipulangkan kembali ke rumah.

"Presiden Donald J. Trump dan pemerintahannya melipatgandakan usaha untuk membawa pulang semua orang Amerika yang ditahan secara tidak adil di luar negeri," bunyi pernyataan Gedung Putih tersebut.

"Amerika Serikat mengecam penyandera dan negara yang terus mengambil sandera dan menahan warga negara kita tanpa sebab atau akibat saja," sambung pernyataan itu.

Pernyataan tersebut menyebutkan nama Xiyue Wang, bersama dengan Siamak dan Baquer Namazi dan mantan agen FBI dan kontraktor CIA Robert Levinson, yang hilang pada bulan Maret 2007.

Washington dan Teheran tidak memiliki hubungan diplomatik sejak April 1980 setelah revolusi Islam, dan ketegangan telah meningkat di bawah Trump setelah ketegangan singkat di bawah pendahulunya, Barack Obama.

Kedua negara bersama dengan negara-negara besar lainnya menandatangani sebuah kesepakatan 14 Juli 2015 bertujuan untuk membatasi program nuklir Iran. Washington terus menghormati kesepakatan tersebut meskipun ada ancaman Trump sebagai kandidat tahun lalu untuk "merobeknya."
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Elon Musk Bertekad Damaikan...
Elon Musk Bertekad Damaikan Iran dengan Amerika Serikat
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Trump: Terlepas Orang...
Trump: Terlepas Orang Suka atau Tidak, Israel Sekutu Hebat Amerika Serikat
Berita Terkini
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
5 menit yang lalu
Anggaran Perang AS Membengkak,...
Anggaran Perang AS Membengkak, Pakar Militer Ini Sebut Pentagon Kurang Transparan
45 menit yang lalu
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
1 jam yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
2 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
4 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved