Erdogan: Kami Tidak Takut dengan Ancaman Jerman

Jum'at, 21 Juli 2017 - 22:58 WIB
Erdogan: Kami Tidak...
Erdogan: Kami Tidak Takut dengan Ancaman Jerman
A A A
ANKARA - Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, mengatakan kepada Jerman bahwa pihaknya tidak dapat menakut-nakuti Ankara dengan ancaman. Erdogan menyatakan hal itu terkait perselisihan dengan Jerman yang semakin meningkat mengenai penangkapan enam aktivis hak asasi manusia.

Jerman telah mengatakan bahwa pihaknya sedang meninjau semua kesepakatan senjata dengan Turki. Berlin mengatakan bahwa kesepakatan itu harus mempertimbangkan hak asasi manusia saat membuat keputusan ekspor.

"Anda (Jerman) tidak memiliki kekuatan untuk mengalahkan Turki," kata Erdogan seperti dikutip dari BBC, Jumat (21/7/2017).

Sebelumnya, pemerintah Jerman telah memperingatkan warganya bahwa mereka berisiko jadi korban penangkapan sewenang-wenang di Turki.

Menteri Keuangan Wolfgang Schäuble menuduh negara tersebut bertindak seperti Komunis Jerman Timur, menangkap orang dan menolak bantuan konsuler mereka.

"Orang-orang yang bepergian ke Turki untuk alasan bisnis atau pribadi didesak untuk meningkatkan kewaspadaan," kata kementerian luar negeri Jerman.

Baca juga:
Jerman: Turki Bertindak Seperti Pemerintah Komunis Jerman Timur


Tapi Erdogan menggambarkan peringatan tersebut sebagai sesuatu yang tidak berdasar dan berbahaya. Erdogan pun mengklaim bahwa pengadilan Turki lebih independen daripada tentara Jerman.

"Jerman harus memilah sendiri," tambahnya.

Hubungan dingin antara kedua negara anggota NATO itu telah semakin dingin dalam beberapa hari terakhir karena gelombang penangkapan baru-baru ini oleh otoritas Turki. Seorang warga Jerman, Peter Steudtner, dan direktur Amnesty International Turki, Idil Eser, termasuk di antara mereka yang ditahan.

Penahanan Turki terhadap Deniz Yücel, seorang wartawan Jerman-Turki dengan harian Berlin Die Welt, adalah titik lain yang menyakitkan dalam hubungan dua negara tersebut. Dia ditangkap pada bulan Februari karena tuduhan teror, yang telah ia bantah.

Presiden Turki Erdogan telah dikecam dunia internasional untuk pembersihan institusi negara besar-besar setelah sejumlah perwira militer yang nakal mencoba menjatuhkannya setahun yang lalu.

Lebih dari 50.000 orang telah ditangkap sejak 15 Juli 2016, termasuk lebih dari 170 wartawan dan mayoritas politisi oposisi, akademisi dan aktivis.
(ian)
Berita Terkait
Jerman dan Yunani Peringatkan...
Jerman dan Yunani Peringatkan Turki tentang Pengeboran di Mediterania
Jurnalis Turki Divonis...
Jurnalis Turki Divonis 27 Tahun Penjara dalam Kasus Spionase
Situasi Keamanan Memburuk,...
Situasi Keamanan Memburuk, Austria dan Jerman Tunda Operasi Penyelamatan di Turki
Jerman pada Turki: Hentikan...
Jerman pada Turki: Hentikan Tindakan Provokasi di Mediterania Timur
Yunani-Turki Bersitegang,...
Yunani-Turki Bersitegang, Menlu Jerman: Sebuah Percikan Bisa Picu Bencana
Turki Tuduh Barat Kobarkan...
Turki Tuduh Barat Kobarkan Perang Psikologis
Berita Terkini
Israel Kucurkan Rp917...
Israel Kucurkan Rp917 Miliar untuk Bangun 69 Permukiman Ilegal di Tepi Barat
9 jam yang lalu
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
10 jam yang lalu
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
11 jam yang lalu
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
12 jam yang lalu
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
13 jam yang lalu
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
14 jam yang lalu
Infografis
5 Makanan yang Tidak...
5 Makanan yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Singkong Rebus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved