Garda Revolusi Iran: AS Harus Pindahkan Basis Militernya dari Teluk

Kamis, 20 Juli 2017 - 01:57 WIB
Garda Revolusi Iran:...
Garda Revolusi Iran: AS Harus Pindahkan Basis Militernya dari Teluk
A A A
TEHERAN - Kepala Garda Revolusi Iran mengatakan Washington harus memindahkan basis militernya di Timur Tengah. Ia pun meminta Washington untuk menghindari "kesalahan perhitungan" atas sanksi baru terhadap Teheran.

Pemerintahan Trump memberlakukan sanksi baru mengenai program rudal balistik Iran. Washington mengatakan bahwa "aktivitas jahat" Teheran di Timur Tengah mengurangi kontribusi positif yang berasal dari kesepakatan nuklir 2015.

Iran mengatakan programnya untuk mengembangkan rudal balistik bersifat defensif dan tidak melanggar kesepakatan nuklir.

"Jika Amerika Serikat ingin menerapkan sanksi terhadap pertahanan dan Garda Iran, maka ia harus memindahkan basis regionalnya sejauh sekitar 1.000 km di sekitar Iran dan sadar bahwa ia akan membayar mahal untuk kesalahan perhitungan," kata komandan Garda Revolusi Iran Mohammad Ali Jafari seperti dikutip dari Reuters, Kamis (20/7/2017).

Untuk diketahui, Amerika Serikat (AS) memiliki basis militer di Qatar dan Kuwait di seberang Teluk dari Iran. Sementara Armada Kelima AS berbasis di Bahrain.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah berulang kali melakukan uji coba rudal balistik, yang oleh Washington dilihat sebagai tantangan terhadap resolusi PBB dan kesepakatan nuklir.

"Kemampuan rudal Iran di udara, laut dan darat berkembang pesat, dan ini adalah prinsip mutlak bagi kami," tegas Jafari.

Pada bulan Februari, Washington mengatakan bahwa pihaknya menempatkan Teheran pada pemberitahuan mengenai "aktivitas destabilisasi". Hal itu dilakukan setelah Iran melakukan uji coba rudal balistik jarak menengah. Menurut seorang pejabat AS rudal tersebut meledak setelah menempuh jarak 1.010 km.

Pada bulan Juni, Iran menembakkan rudal ke wilayah timur Suriah, yang menargetkan basis ISIS yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan di Teheran yang menewaskan 18 orang.

Sebelumnya Presiden Hassan Rouhani mengatakan bahwa sanksi baru tersebut bertentangan dengan kesepakatan nuklir dengan kekuatan dunia dan berjanji bahwa Teheran akan "menolak" sanksi tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Mengapa Amerika Serikat...
Mengapa Amerika Serikat Memblokade Pelabuhan Iran?
Amerika Serikat Blacklist...
Amerika Serikat Blacklist Menteri Dalam Negeri Iran
SMURP Aksi Solidaritas...
SMURP Aksi Solidaritas di Monas, Serukan Boikot Produk Terafiliasi Israel dan AS
Iran Akan Pertimbangkan...
Iran Akan Pertimbangkan Negosiasi Langsung dengan Amerika Serikat
Seberapa Penting Timur...
Seberapa Penting Timur Tengah bagi Amerika Serikat?
Kedubes Amerika Serikat...
Kedubes Amerika Serikat di Tel Aviv Dibombardir Rudal Iran
Berita Terkini
Iran Merudal Kuwait...
Iran Merudal Kuwait dan Bahrain, Balas Pengeboman AS di Pulau Qeshm
22 menit yang lalu
Iran Tolak Gagasan Donald...
Iran Tolak Gagasan Donald Trump Bertemu Mojtaba Khamenei
52 menit yang lalu
Permusuhan Memanas,...
Permusuhan Memanas, AS Bombardir Lagi Pulau Qeshm Iran
1 jam yang lalu
PM Inggris: Rusia Akan...
PM Inggris: Rusia Akan Serang NATO 4 Tahun Lagi
1 jam yang lalu
Penasihat Militer Mojtaba...
Penasihat Militer Mojtaba Khamenei: Iran Siap Ubah Israel Jadi Neraka Jika Beirut Diinvasi
2 jam yang lalu
Negara Mayoritas Islam...
Negara Mayoritas Islam Ini Sangkal Jadi Markas Pasukan Elite Israel untuk Perang Melawan Iran
2 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved