Rilis Video Perang Negara Baltik-Soviet, Moskow Kecam NATO
Kamis, 13 Juli 2017 - 12:56 WIB
Rilis Video Perang Negara Baltik-Soviet, Moskow Kecam NATO
A
A
A
MOSKOW - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengkritik video yang dirilis oleh NATO. Video berjudul Pejuang Kemerdekaan itu tentang negara-negara Baltik yang berperang melawan pemerintah Soviet pada akhir 1940-an dan 1950-an.
NATO merilis video dokumenter itu di halaman Twitternya tentang apa yang disebut sebagai Forest Brothers yang menyajikannya sebagai pahlawan, yang berperang melawan pemerintah Soviet untuk kemerdekaan negara mereka.
"Saya ingat bahwa setengah tahun yang lalu komunitas dunia, termasuk media arus utama, sedang mendiskusikan apakah diperbolehkan menari di atas topik Holocaust. Saya berharap bahwa orang yang sama, yang mengklaim bahwa mereka menolak untuk acuh tak acuh terhadap pendekatan yang hati-hati terhadap halaman tragis sejarah, akan menilai tindakan NATO menjijikkan," kata Zakharova.
"Saya berharap tidak perlu mengingatkan tentang pembantaian massal, di mana mereka, yang kemudian menyebut diri mereka Forest Brothers, terlibat," imbuh Zakharova seperti dikutip dari Sputniknews, Kamis (13/7/2017).
Juru bicara tersebut menambahkan bahwa tindakan tersebut dimaksudkan untuk merongrong hasil proses Nuremberg.
Apa yang disebut Forest Brothers secara aktif berperang melawan pemerintah Soviet pada tahun 1944-1953 di wilayah negara-negara Baltik saat ini. Banyak dari mereka sebelumnya bertugas di jajaran batalion Nazi setempat.
NATO merilis video dokumenter itu di halaman Twitternya tentang apa yang disebut sebagai Forest Brothers yang menyajikannya sebagai pahlawan, yang berperang melawan pemerintah Soviet untuk kemerdekaan negara mereka.
"Saya ingat bahwa setengah tahun yang lalu komunitas dunia, termasuk media arus utama, sedang mendiskusikan apakah diperbolehkan menari di atas topik Holocaust. Saya berharap bahwa orang yang sama, yang mengklaim bahwa mereka menolak untuk acuh tak acuh terhadap pendekatan yang hati-hati terhadap halaman tragis sejarah, akan menilai tindakan NATO menjijikkan," kata Zakharova.
"Saya berharap tidak perlu mengingatkan tentang pembantaian massal, di mana mereka, yang kemudian menyebut diri mereka Forest Brothers, terlibat," imbuh Zakharova seperti dikutip dari Sputniknews, Kamis (13/7/2017).
Juru bicara tersebut menambahkan bahwa tindakan tersebut dimaksudkan untuk merongrong hasil proses Nuremberg.
Apa yang disebut Forest Brothers secara aktif berperang melawan pemerintah Soviet pada tahun 1944-1953 di wilayah negara-negara Baltik saat ini. Banyak dari mereka sebelumnya bertugas di jajaran batalion Nazi setempat.
(ian)