Gunung Es Raksasa Seberat 1 Triliun Ton Hanyut di Antartika

Rabu, 12 Juli 2017 - 22:00 WIB
Gunung Es Raksasa Seberat...
Gunung Es Raksasa Seberat 1 Triliun Ton Hanyut di Antartika
A A A
LONDON - Sebuah gunung es raksasa seberat 1 triliun ton terlepas dari lempeng utama di Antartika. Luas gunung ini sekitar 5.800 km persegi atau atau dua kali ukuran Luksemburg.

Gunung itu dinyatakan para ilmuwan telah hanyut, tapi masih mengambang sehingga tidak berpengaruh pada ketinggian permukaan air laut.

Gunung es yang tercatat sebagai salah satu dari sepuluh gunung es terbesar di dunia ini sekarang terpaut di Laut Weddell.

Bulan lalu, gunung es tersebut terpantau dalam kondisi seperti “digantung oleh benang”, dan kini benar-benar terlepas. Para ilmuwan mengumumkan kejadian itu pada Rabu (12/7/2017) dengan memeriksa data satelit terbaru dari daerah tersebut.

Menurut peneliti, lepasnya gunung es itu telah mengubah lanskap semenanjung Antartika. Sebab, kejadian itu menyebabkan lempengan Larsen C kehilangan 12 persen luas permukaannya.

“Ini adalah peristiwa yang sangat besar dalam hal ukuran tablet es yang kita miliki, sekarang telah hanyut,” kata Anna Hogg, pakar yang mengamati satelit gletser dari Universitas Leeds.

Keretakan lempeng es yang terpantau antara 25 Mei dan 31 Mei saja, mencapai sebesar 17km. Retakan bertambah lebih dari 10 meter per hari ntara tanggal 24 Juni dan 27 Juni.

“Kita melihat satu gunung es besar untuk saat ini. Kemungkinan hal ini akan masuk dalam jumlah yang lebih kecil seiring berjalannya waktu,” kata Adrian Luckman, profesor glasiologi di Universitas Swansea dan pemimpin proyek Midas yang fokus pada keadaan lapisan es, seperti dilansir The Guardian.

“Kami telah mengantisipasi peristiwa ini selama berbulan-bulan,” ujar Luckman. ”Kami akan terus memantau dampak dari peristiwa ini di lack es Larsen C, dan nasib gunung es yang sangat besar ini.”

"Gunung es adalah salah satu yang tercatat terbesar dan kemajuan masa depannya sulit diprediksi. Mungkin hanya ada satu potong tapi lebih cenderung pecah menjadi fragmen,” imbuh dia.

Dr Martin O'Leary, seorang ahli glasiologi Universitas Swansea mengatakan; ”Meskipun ini adalah kejadian alami, dan kami tidak mengetahui adanya kaitan dengan perubahan iklim yang disebabkan manusia, ini menempatkan lapisan es di posisi yang sangat rentan.”

”Ini adalah punggung terjauh yang ada di depan es dalam sejarah yang tercatat. Kami akan memperhatikan dengan saksama tanda-tanda bahwa sisa rak menjadi tidak stabil.”
(mas)
Berita Terkait
Belajar Bahasa Inggris...
Belajar Bahasa Inggris Sambil Mancing di Kampung Inggris Sawangan
Kerajaan Inggris Resmi...
Kerajaan Inggris Resmi Deklarasikan Charles III sebagai Penguasa Inggris
PM Inggris Rishi Sunak...
PM Inggris Rishi Sunak Disebut Tidak Tersentuh
Otoritas Italia Perketat...
Otoritas Italia Perketat Prokes Fans Inggris Jelang Laga Ukraina vs Inggris
Kampung Inggris Kediri...
Kampung Inggris Kediri Sabet Dua Rekor MURI
Prabowo Bertemu PM Inggris...
Prabowo Bertemu PM Inggris Keir Starmer, Bahas Peningkatan Kerja Sama Indonesia-Inggris
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
48 menit yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
1 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
3 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
3 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
4 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved