Suriah: Tudingan AS Hanya Dalih untuk Legalkan Serangan Berikutnya
Kamis, 29 Juni 2017 - 19:25 WIB
Suriah: Tudingan AS Hanya Dalih untuk Legalkan Serangan Berikutnya
A
A
A
DAMASKUS - Pemerintah Suriah mengatakan, tudingan yang disampaikan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap mereka hanyalah dalih bagi AS untuk membenarkan serangan yang mungkin yang akan dilancarakan terhadap tentara Suriah.
AS menuding pemerintah Suriah sedang mempersiapkan sebuah serangan senjata kimia baru. Lalu, AS memperingatkan Damaskus untuk tidak melakukan serangan, atau pihak koalisi akan melakukan serangan besar-besaran terhadap basis tentara Suriah.
"Peringatan yang disampaikan AS ke Damaskus untuk tidak melakukan pemogokan senjata kimia baru tidaklah berdasar dan itu adalah sebuah cara untuk membenarkan serangan baru," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Suriah.
"Tudingan akan adanya serangan itu juga tidak hanya menyesatkan, tetapi juga tanpa kebenaran dan tidak berdasarkan fakta apapun," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (29/6).
Sebelumnya, Rusia memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak mengambil tindakan militer terhadap tentara Suriah. Meski AS sebelumnya telah menyatakan, tindakan militer akan dilakukan untuk mencegah serangan kimia yang akan dilakukan oleh pasukan pemerintah Suriah.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan, pihaknya akan memberikan respon yang sesuai, jika AS pada akhirnya memutuskan untuk melakukan serangan terhadap tentara Suriah.
AS menuding pemerintah Suriah sedang mempersiapkan sebuah serangan senjata kimia baru. Lalu, AS memperingatkan Damaskus untuk tidak melakukan serangan, atau pihak koalisi akan melakukan serangan besar-besaran terhadap basis tentara Suriah.
"Peringatan yang disampaikan AS ke Damaskus untuk tidak melakukan pemogokan senjata kimia baru tidaklah berdasar dan itu adalah sebuah cara untuk membenarkan serangan baru," kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Suriah.
"Tudingan akan adanya serangan itu juga tidak hanya menyesatkan, tetapi juga tanpa kebenaran dan tidak berdasarkan fakta apapun," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Kamis (29/6).
Sebelumnya, Rusia memperingatkan Amerika Serikat (AS) agar tidak mengambil tindakan militer terhadap tentara Suriah. Meski AS sebelumnya telah menyatakan, tindakan militer akan dilakukan untuk mencegah serangan kimia yang akan dilakukan oleh pasukan pemerintah Suriah.
Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov menyatakan, pihaknya akan memberikan respon yang sesuai, jika AS pada akhirnya memutuskan untuk melakukan serangan terhadap tentara Suriah.
(esn)