Pelaku Serangan Gedung Mahkamah Agung Venezuela Desak Maduro Mundur
Rabu, 28 Juni 2017 - 19:40 WIB
Pelaku Serangan Gedung Mahkamah Agung Venezuela Desak Maduro Mundur
A
A
A
CARACAS - Pelaku penyerangan Gedung Mahkamah Agung Venezuela, Oscar Perez mendesak Presiden Venezuela Nicholas Maduro untuk mundur. Perez diketahui adalah agen CICPC, badan investigasi di Venezuela.
"Nicolas Maduro Moros, kami menuntut pengunduran diri segera dan juga para menteri Anda dan pengumuman segera pemilihan umum," kata Perez dalam sebuah pidato video yang muncul di dunia maya.
Perez, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (28/6), kemudian mengatakan, ia bersama dengan pendukungnya ingin mengembalikan kekuasaan kepada rakyat dan mengembalikan tatanan konstitusional.
Sebelumnya diwartakan, dengan menggunakan sebuah helikopter polisi, Perez menyerang gedung Mahkamah Agung Venezuela di Caracas, pada hari Selasa waktu setempat. Gedung pengadilan tertinggi itu diserang dengan granat, namun gagal meledak.
Maduro mengutuk serangan itu dan menganggapnya sebagai upaya kudeta. Berbicara di stasiun televisi pemerintah, Presiden berusia 54 tahun ini mengatakan bahwa pasukan khusus Venezuela sedang mengejar Perez. Maduro menyebut pelakunya sebagai teroris.
Pemerintah Maduro dalam tiga bulan terakhir menghadapi gelombang demonstrasi dari kubu oposisi. Kini, sejumlah “orang dalam” di jajaran pemerintah ikut membangkang terhadap Maduro.
"Nicolas Maduro Moros, kami menuntut pengunduran diri segera dan juga para menteri Anda dan pengumuman segera pemilihan umum," kata Perez dalam sebuah pidato video yang muncul di dunia maya.
Perez, seperti dilansir Sputnik pada Rabu (28/6), kemudian mengatakan, ia bersama dengan pendukungnya ingin mengembalikan kekuasaan kepada rakyat dan mengembalikan tatanan konstitusional.
Sebelumnya diwartakan, dengan menggunakan sebuah helikopter polisi, Perez menyerang gedung Mahkamah Agung Venezuela di Caracas, pada hari Selasa waktu setempat. Gedung pengadilan tertinggi itu diserang dengan granat, namun gagal meledak.
Maduro mengutuk serangan itu dan menganggapnya sebagai upaya kudeta. Berbicara di stasiun televisi pemerintah, Presiden berusia 54 tahun ini mengatakan bahwa pasukan khusus Venezuela sedang mengejar Perez. Maduro menyebut pelakunya sebagai teroris.
Pemerintah Maduro dalam tiga bulan terakhir menghadapi gelombang demonstrasi dari kubu oposisi. Kini, sejumlah “orang dalam” di jajaran pemerintah ikut membangkang terhadap Maduro.
(esn)