Bahas Marawi, RI akan Gelar Pertemuan dengan Malaysia dan Filipina

Rabu, 21 Juni 2017 - 05:44 WIB
Bahas Marawi, RI akan...
Bahas Marawi, RI akan Gelar Pertemuan dengan Malaysia dan Filipina
A A A
JAKARTA - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Indonesia, Arrmanantha Nassir mengatakan, akan ada pertemuan tiga arah antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina guna membahas situasi terbaru di Marawi, Filipina Selatan. Pertemuan itu akan digelar di Manila, Filipina.

"Pertemuan akan dihadiri perwakilan dari masing-masing negara, Menteri Luar Negeri, Panglima, Kepala Kepolisian, Kepala BNPT, dan menurut rencana dari intelijen. Sebenarnya, pertemuan sudah merupakan inisiatif Menlu RI dan dibahas dengan Filipina sejak dua minggu lalu. Namun, baru bisa terlaksana pada tanggal 22 mendatang, mengingat Filipina dan jajaran yang diundang selama ini fokus menangani masalah yang berkembang di Marawi," kata Arrmanantha.

"Pertemuan ini awalnya direncanakan di Indonesia, tapi mengingat pejabat Filipina yang harusnya hadir tidak bisa meninggalkan negara, sehingga Menlu RI mengatakan kita yang ke sana. Pertemuan harus cepat dilaksanakan, mengingat situasi di sana," sambungnya pada Selasa (20/6).

Arrmanantha mengatakan, tujuan utama adalah untuk membahas situasi keamanan di Filipina Selatan, khususnya di Marawi dan dampaknya kepada sub kawasan. Ia menyebut, yang perlu ditekankan adalah kelanjutan dari pertemuan terpisah dari trilateral di Jogjakarta tahun lalu. Fokusnya tahun lalu keamanan laut tiga negara dan pertemuan kali akan memperluas menjadi pencegahan dan keamanan di kawasan.

"Beberapa poin yang jadi perhatian. Pertama, ingin mendapatkan briefing dari Filipina terkait perkembangan di Marawi. Tantangan di sana, langkah-langkah yang diambil, tentunya dari pihak Malaysia dan Indonesia akan menyampaikan pandangan terkait berkembangnya terorisme di kawasan. Terutama isu terorisme, ketiga adalah membahas langkah bersama ke depan. Kerjasama ke depan untuk bisa mengatasi terorisme dan radikalisme di kawasan dan subkawasan kita," ungkapnya.

Pria yang kerap disapa Tata itu menambahkan, kerjasama ini tidak hanya terbatas pada kerjasama intelijen, tetapi juga pemberdayaan ekonomi dan kerjasama penguatan kapasitas. "Mengapa secara komprehensif? Masalah di subkawasan tidak bisa diselesaikan hanya dengan law enforcement, tetapi juga komprehensif," tukasnya.
(esn)
Berita Terkait
Negara yang Paling Lama...
Negara yang Paling Lama Dijajah, Semuanya Ada di Asia
China Hadapi Berbagai...
China Hadapi Berbagai Tantangan Perihal Klaim Seluruh Laut China Selatan
Edgepoint Bangun 15.000...
Edgepoint Bangun 15.000 Menara Telekomunikasi di Malaysia, Indonesia, Filipina
Malaysia Keok, Timnas...
Malaysia Keok, Timnas Indonesia Satu-satunya Tim ASEAN yang Lolos Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
Media Malaysia Prediksi...
Media Malaysia Prediksi Ranking Timnas Indonesia Melesat Jika ....
Beda dengan Indonesia...
Beda dengan Indonesia dan Malaysia, Filipina Dukung Aliansi AUKUS untuk Lawan China
Berita Terkini
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
22 menit yang lalu
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
1 jam yang lalu
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
9 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
11 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
12 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
14 jam yang lalu
Infografis
SEA Games 2025: Timnas...
SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Bentrok Myanmar, Filipina, dan Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved