Filipina Tangkap Saudara Anggota Senior Kelompok Maute
Kamis, 15 Juni 2017 - 09:31 WIB
Filipina Tangkap Saudara Anggota Senior Kelompok Maute
A
A
A
MANILA - Militer Filipina mengatakan mereka berhasil menangkap seorang saudara anggota senior kelompok Maute. Kelompok pendukung ISIS ini tengah terlibat perang dengan militer Filipina di sebelah selatan negara itu.
"Mohammad Noaim Maute ditangkap di sebuah pos pemeriksaan di dekat kota pesisir Cagayan de Oro sesaat setelah fajar," kata juru bicara militer, Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/6/2017).
Dua saudara laki-laki Mohammad, Omarkhayam dan Abdullah, adalah pemimpin kelompok Maute yang berada di garis depan pertempuran sengit dengan pasukan keamanan di Marawi City.
Sebagian besar dari tujuh bersaudara Mohammad lainnya, termasuk Omarkhayam dan Abdullah, diyakini berada di Marawi. Sementara orangtua mereka ditahan pada pekan lalu di kota-kota yang terpisah.
Marawi berjarak sekitar 100 km selatan Cagayan de Oro, namun tidak jelas apakah Mohammad berasal dari kota yang tengah dikepung tersebut.
Pertempuran antara militer Filipina dengan kelompok Mauter sendiri sekarang telah memasuki minggu keempat. Laporan terakhir menyatakan 290 orang telah terbunuh sejauh ini, termasuk 206 gerilyawan, 58 tentara dan 26 warga sipil.
Militer mengatakan Sekitar 100 gerilyawan berada di daerah yang terkepung. Ada juga sekitar 300-600 warga sipil yang terjebak atau disandera di kota tersebut.
"Mohammad Noaim Maute ditangkap di sebuah pos pemeriksaan di dekat kota pesisir Cagayan de Oro sesaat setelah fajar," kata juru bicara militer, Letnan Kolonel Jo-Ar Herrera seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/6/2017).
Dua saudara laki-laki Mohammad, Omarkhayam dan Abdullah, adalah pemimpin kelompok Maute yang berada di garis depan pertempuran sengit dengan pasukan keamanan di Marawi City.
Sebagian besar dari tujuh bersaudara Mohammad lainnya, termasuk Omarkhayam dan Abdullah, diyakini berada di Marawi. Sementara orangtua mereka ditahan pada pekan lalu di kota-kota yang terpisah.
Marawi berjarak sekitar 100 km selatan Cagayan de Oro, namun tidak jelas apakah Mohammad berasal dari kota yang tengah dikepung tersebut.
Pertempuran antara militer Filipina dengan kelompok Mauter sendiri sekarang telah memasuki minggu keempat. Laporan terakhir menyatakan 290 orang telah terbunuh sejauh ini, termasuk 206 gerilyawan, 58 tentara dan 26 warga sipil.
Militer mengatakan Sekitar 100 gerilyawan berada di daerah yang terkepung. Ada juga sekitar 300-600 warga sipil yang terjebak atau disandera di kota tersebut.
(ian)