Proyek Permukiman Israel Tahun Ini Tertinggi Sejak 1992
Senin, 12 Juni 2017 - 04:57 WIB
Proyek Permukiman Israel Tahun Ini Tertinggi Sejak 1992
A
A
A
JERUSALEM - Menteri Pertahanan Israel mengatakan sejauh ini negara Zionis itu mencapai jumlah tertinggi sejak tahun 1992. Pernyataan ini dikhawatirkan mengancam kemungkinan solusi dua negara.
Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman membuat komentar saat pemerintah Israel menghadapi tekanan dari para pemimpin gerakan permukiman. Kelompok ini memiliki pengaruh besar dalam koalisi sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Lieberman mengatakan kepada wartawan dan menteri pada awal sebuah pertemuan kabinet bahwa, sejauh tahun ini, rencana telah diajukan untuk 8.345 rumah di Tepi Barat yang diduduki. Jumlah itu termasuk 3.066 yang dijadwalkan untuk pembangunan segera.
Proyek penyelesaian melewati daftar tahap perencanaan sebelum persetujuan akhir.
"Angka untuk semester pertama 2017 adalah yang tertinggi sejak 1992," kata Lieberman seperti dikutip dari Al Arabiya, Senin (12/6/2017).
Angka tersebut serupa dengan yang diterbitkan oleh pengawas permukiman Peace Now pekan lalu. Dengan menghitung rencana dan tender, Peace Now mengatakan 7.721 unit telah maju tahun ini, hampir tiga kali lipat dari jumlah keseluruhan untuk semua proyek di 2016, yaitu sebesar 2.699.
Peace Now tidak bisa langsung mengatakan apakah mereka sepakat bahwa angka tahun ini adalah yang tertinggi sejak 1992. Pekan lalu saja, Israel mengembangkan rencana untuk lebih dari 3.000 rumah pemukiman.
"Sementara sebagian besar untuk rumah-rumah yang sudah ada sebelumnya, beberapa akan dibangun di pemukiman resmi pertama dalam 25 tahun terakhir," kata Peace Now.
Bulan lalu, Trump mengunjungi Israel dan wilayah Palestina, bertemu dengan Netanyahu dan presiden Palestina Mahmud Abbas saat dia mencari apa yang dia sebut sebagai "kesepakatan akhir".
Tapi dia tidak memberikan rincian tentang bagaimana dia berencana untuk memulai kembali perundingan. Ada skeptisisme yang mendalam mengenai apakah usaha semacam itu akan memiliki peluang untuk sukses.
Pemukiman dipandang ilegal di bawah hukum internasional dan permasalahan utama menuju perdamaian karena dibangun di atas tanah yang dilihat Palestina sebagai bagian dari negara mereka di masa depan.
Sekitar 600.000 pemukim Israel sekarang tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem timur, di samping sekitar 2,9 juta warga Palestina.
Netanyahu mengatakan bahwa dia masih mendukung solusi dua negara, namun pendukung perdamaian mengatakan tindakannya menunjukkan sebaliknya.
Pekan lalu, perdana menteri mengatakan kepada pemukim bahwa dia akan terus membangun di Tepi Barat.
Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman membuat komentar saat pemerintah Israel menghadapi tekanan dari para pemimpin gerakan permukiman. Kelompok ini memiliki pengaruh besar dalam koalisi sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Lieberman mengatakan kepada wartawan dan menteri pada awal sebuah pertemuan kabinet bahwa, sejauh tahun ini, rencana telah diajukan untuk 8.345 rumah di Tepi Barat yang diduduki. Jumlah itu termasuk 3.066 yang dijadwalkan untuk pembangunan segera.
Proyek penyelesaian melewati daftar tahap perencanaan sebelum persetujuan akhir.
"Angka untuk semester pertama 2017 adalah yang tertinggi sejak 1992," kata Lieberman seperti dikutip dari Al Arabiya, Senin (12/6/2017).
Angka tersebut serupa dengan yang diterbitkan oleh pengawas permukiman Peace Now pekan lalu. Dengan menghitung rencana dan tender, Peace Now mengatakan 7.721 unit telah maju tahun ini, hampir tiga kali lipat dari jumlah keseluruhan untuk semua proyek di 2016, yaitu sebesar 2.699.
Peace Now tidak bisa langsung mengatakan apakah mereka sepakat bahwa angka tahun ini adalah yang tertinggi sejak 1992. Pekan lalu saja, Israel mengembangkan rencana untuk lebih dari 3.000 rumah pemukiman.
"Sementara sebagian besar untuk rumah-rumah yang sudah ada sebelumnya, beberapa akan dibangun di pemukiman resmi pertama dalam 25 tahun terakhir," kata Peace Now.
Bulan lalu, Trump mengunjungi Israel dan wilayah Palestina, bertemu dengan Netanyahu dan presiden Palestina Mahmud Abbas saat dia mencari apa yang dia sebut sebagai "kesepakatan akhir".
Tapi dia tidak memberikan rincian tentang bagaimana dia berencana untuk memulai kembali perundingan. Ada skeptisisme yang mendalam mengenai apakah usaha semacam itu akan memiliki peluang untuk sukses.
Pemukiman dipandang ilegal di bawah hukum internasional dan permasalahan utama menuju perdamaian karena dibangun di atas tanah yang dilihat Palestina sebagai bagian dari negara mereka di masa depan.
Sekitar 600.000 pemukim Israel sekarang tinggal di Tepi Barat dan Yerusalem timur, di samping sekitar 2,9 juta warga Palestina.
Netanyahu mengatakan bahwa dia masih mendukung solusi dua negara, namun pendukung perdamaian mengatakan tindakannya menunjukkan sebaliknya.
Pekan lalu, perdana menteri mengatakan kepada pemukim bahwa dia akan terus membangun di Tepi Barat.
(ian)