Iran Tangkap Tujuh Tersangka Terkait Serangan Kembar di Teheran
Minggu, 11 Juni 2017 - 01:37 WIB
Iran Tangkap Tujuh Tersangka Terkait Serangan Kembar di Teheran
A
A
A
TEHERAN - Pihak berwenang Iran telah menangkap tujuh orang yang diduga membantu militan yang terlibat dalam serangan minggu ini di ibukota Teheran. Hal tersebut dikatakan oleh seorang pejabat pengadilan Iran.
Ahmad Fazelian, seorang pejabat peradilan provinsi, mengatakan ketujuh orang tersebut dicurigai memberikan dukungan untuk tim teroris. Mereka ditahan di Fardis, sekitar 50 km barat Teheran seperti dikutip dari Reuters, Minggu (11/6/2017).
Secara terpisah, kepala pengadilan di provinsi Fars mengatakan tujuh orang ditahan di wilayah Larestan selatan karena kemungkinan hubungan dengan ISIS.
Sebelumnya, pada hari Jumat, pihak berwenang mengumumkan penangkapan terhadap 41 tersangka sehubungan dengan serangan kembar Teheran tersebut.
Sementara itu polisi Teheran mengatakan mobil yang digunakan penyerang untuk kedua serangan tersebut ditemukan pada Sabtu di pusat kota.
"Teroris pertama kali pergi ke mobil ke mausoleum dan setelah menurunkan dua dari mereka, mobil lantas pergi ke pusat kota untuk menyerang parlemen," kata polisi dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di media pemerintah.
ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri dan serangan senjata di parlemen dan makam pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Serangan berdarah itu menewaskan 17 orang.
Ahmad Fazelian, seorang pejabat peradilan provinsi, mengatakan ketujuh orang tersebut dicurigai memberikan dukungan untuk tim teroris. Mereka ditahan di Fardis, sekitar 50 km barat Teheran seperti dikutip dari Reuters, Minggu (11/6/2017).
Secara terpisah, kepala pengadilan di provinsi Fars mengatakan tujuh orang ditahan di wilayah Larestan selatan karena kemungkinan hubungan dengan ISIS.
Sebelumnya, pada hari Jumat, pihak berwenang mengumumkan penangkapan terhadap 41 tersangka sehubungan dengan serangan kembar Teheran tersebut.
Sementara itu polisi Teheran mengatakan mobil yang digunakan penyerang untuk kedua serangan tersebut ditemukan pada Sabtu di pusat kota.
"Teroris pertama kali pergi ke mobil ke mausoleum dan setelah menurunkan dua dari mereka, mobil lantas pergi ke pusat kota untuk menyerang parlemen," kata polisi dalam sebuah pernyataan yang dipublikasikan di media pemerintah.
ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri dan serangan senjata di parlemen dan makam pendiri Republik Islam, Ayatollah Ruhollah Khomeini. Serangan berdarah itu menewaskan 17 orang.
(ian)