Tuduh Saudi Dalang Serangan, Iran Ingin Balas Dendam

Kamis, 08 Juni 2017 - 08:18 WIB
Tuduh Saudi Dalang Serangan,...
Tuduh Saudi Dalang Serangan, Iran Ingin Balas Dendam
A A A
TEHERAN - Komando Garda Revolusi Iran (IRGC) menuding Arab Saudi dan Amerika Serikat (AS) mendalangi serangan mematikan di Teheran. IRGC berjanji akan membalas dendam atas serangan yang membunuh 12 orang dan melukai puluhan orang lainnya tersebut.

Serangan di kantor parlemen Iran dan makam pemimpin revolusi Iran, Ayatollah Khomeini, terjadi hari Rabu (7/6/2017). Kelompok Islamic State atau ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

“Serangan teroris ini terjadi hanya seminggu setelah pertemuan antara presiden AS (Donald Trump) dan pemimpin Saudi yang mendukung teroris. Fakta bahwa ISIS mengklaim bertanggung jawab, membuktikan bahwa mereka terlibat dalam serangan brutal tersebut,” bunyi pernyataan IRGC.

Baca: Sebut Minus Bukti, Saudi Sangkal Serangan Maut Teheran

Wakil komanadan IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Salami, mengatakan bahwa Iran akan membalas dendam atas serangan tersebut.

”Jangan diragukan lagi bahwa kita akan membalas dendam atas serangan hari ini di Teheran, terhadap teroris, afiliasi mereka dan pendukung mereka,” katanya seperti dikutip kantor berita Mehr.

Sementara itu, Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan bahwa serangan tersebut akan membuat rakyat di negaranya lebih bersatu.

”Serangan teroris hari ini di Teheran akan membuat Republik Islam Iran lebih bertekad dalam memerangi terorisme, ekstremisme dan kekerasan regional,” katanya dalam sebuah pernyataan yang dirilis kantor berita ISNA, Kamis (8/6/2017).

”Kami akan membuktikan sekali lagi bahwa kita akan menghancurkan plot musuh dengan lebih banyak kesatuan dan lebih banyak kekuatan,” ujarnya.

Kelompok ISIS yang diperangi Iran di Suriah telah mengancam mayoritas warga Syiah di Iran dengan lebih banyak serangan.”Kekhalifahan (ISIS) tidak akan melewatkan kesempatan untuk menumpahkan darah mereka sampai hukum Syariah diterapkan,” bunyi pernyataan kelompok itu seperti dilansir Reuters.

Serangan di Teheran adalah yang pertama kali yang diklaim ISIS terhadap Iran.

Pakar Timur Tengah Catherine Shkadam kepada Russia Today mengatakan pelaku serangan di Teheran ingin meragukan keputusan rakyat Iran untuk memberi mandat kepada Hassan Rouhani sebagai presiden untuk kedua kalinya.

”Iran baru saja berhasil menggelar pemilihan presiden. Semuanya berjalan sesuai rencana, damai, progresif,” katanya.

”Ada keinginan yang jelas untuk mengemukakan cerita ketakutan, membuat orang memiliki rasa tidak aman, serta meragukan pejabat mereka dan bagaimana mereka dapat melindungi perbatasan mereka sendiri,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Iran dan Arab Saudi...
Iran dan Arab Saudi Akan Bangun Kembali Hubungan Diplomatik
Arab Saudi-Iran Setuju...
Arab Saudi-Iran Setuju Lanjutkan Pembicaraan Normalisasi
Delegasi Iran Tiba di...
Delegasi Iran Tiba di Riyadh untuk Persiapkan Pembukaan Kembali Kedutaan
Pembicaraan Rekonsiliasi...
Pembicaraan Rekonsiliasi Iran-Saudi Siap ke Tingkat Lebih Tinggi
Panglima Militer Arab...
Panglima Militer Arab Saudi Berkunjung ke Iran, Ada Apa Gerangan?
Arab Saudi Resmi Akui...
Arab Saudi Resmi Akui Berunding dengan Iran, Hasil Masih Terlalu Dini
Berita Terkini
Sistem Pertahanan Udara...
Sistem Pertahanan Udara Sudah Diaktifkan, tapi Belum Ada Serangan AS ke Teheran
57 menit yang lalu
CIA Akui Agresi AS ke...
CIA Akui Agresi AS ke Iran Gagal Total, Ini 4 Indikatornya
1 jam yang lalu
Terowongan Runtuh Akibat...
Terowongan Runtuh Akibat Ledakan Pipa Gas di India, 12 Orang Tewas
3 jam yang lalu
Presiden Zelensky Pecat...
Presiden Zelensky Pecat Panglima Militer Ukraina, Rusia Untung Besar!
3 jam yang lalu
Trump akan Bicara dengan...
Trump akan Bicara dengan Hizbullah jika Presiden Lebanon Mau
4 jam yang lalu
Menlu Rubio Ungkap AS...
Menlu Rubio Ungkap AS Masih Bersedia Negosiasi dengan Iran
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved