PBB Kecewa AS Tarik Diri dari Perjanjian Paris

Jum'at, 02 Juni 2017 - 10:37 WIB
PBB Kecewa AS Tarik...
PBB Kecewa AS Tarik Diri dari Perjanjian Paris
A A A
NEW YORK - Keputusan Amerika Serikat (AS) untuk menarik diri dari Perjanjian Paris mengenai perubahan iklim adalah sebuah kekecewaan besar atas upaya global untuk mengurangi emisi rumah kaca dan mempromosikan keamanan internasional. Demikian yang dikatakan oleh Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric.

Dujarric mengatakan Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, tetap yakin bahwa kota, negara bagian dan bisnis di AS akan terus menunjukkan visi dan kepemimpinan yang rendah karbon, pertumbuhan ekonomi yang elastis yang akan menciptakan lapangan kerja dan pasar berkualitas untuk kemakmuran abad ke-21.

"Sangat penting bahwa AS tetap menjadi pemimpin isu lingkungan," kata Dujarric di Markas PBB seperti dikutip dari Xinhua, Jumat (2/6/2017).

"Sekretaris Jenderal berharap dapat terlibat dengan pemerintah Amerika dan semua aktor di AS dan seluruh dunia untuk membangun masa depan yang berkelanjutan dimana cucu-cucu kita bergantung," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia telah memutuskan untuk menarik AS keluar dari Perjanjian Paris, sebuah perjanjian global yang penting untuk memerangi perubahan iklim.

"Perjanjian Paris diadopsi oleh semua negara di dunia pada tahun 2015 karena mereka menyadari bahaya yang sangat besar yang telah menyebabkan perubahan iklim dan peluang besar yang muncul dalam kekauatan iklim," kata Dujarric.

"Ini menawarkan kerangka kerja yang berarti namun fleksibel untuk bertindak oleh semua negara.Transformasi yang direncanakan dalam Perjanjian Paris sudah berlangsung," katanya.

Perjanjian iklim, yang disepakati hampir di semua negara di dunia setelah negosiasi yang panjang, bertujuan untuk mengatasi perubahan iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca. Perjanjian iklim juga menetapkan sasaran global untuk mempertahankan kenaikan suhu rata-rata tidak lebih tinggi dari 2 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri.
(ian)
Berita Terkait
DPR Amerika Serikat...
DPR Amerika Serikat Kembali Makzulkan Presiden Donald Trump
Donald Trump Kampanye...
Donald Trump Kampanye Pilpres Tanpa Kenakan Masker
Amerika Serikat Darurat...
Amerika Serikat Darurat Ekonomi, Berdampak ke Indonesia?
Donald Trump Perintahkan...
Donald Trump Perintahkan Status Khusus Hong Kong Dihapus
Trump Satu-satunya Presiden...
Trump Satu-satunya Presiden yang Akan Berpidato di Sidang Majelis Umum PBB
Pendukung Donald Trump...
Pendukung Donald Trump Kembali Berunjuk Rasa di Arizona
Berita Terkini
4 Operasi Militer Berani...
4 Operasi Militer Berani yang Berakhir Bencana, dari Invasi Teluk Babi hingga Cakar Elang
12 menit yang lalu
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
3 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
4 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
5 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
6 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
7 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved