Militan Jadikan Warga Filipina Perisai Manusia

Kamis, 25 Mei 2017 - 05:13 WIB
Militan Jadikan Warga...
Militan Jadikan Warga Filipina Perisai Manusia
A A A
PANTAR - Gereja Katolik mengatakan bahwa militan menggunakan orang-orang Kristen dan seorang Pastor sebagai perisai manusia. Mereka telah menghubungi kardinal dengan ancaman akan mengeksekusi para sandera kecuali jika tentara pemerintah mengundurkan diri.

Uskup dan kardinal mendesak para pemimpin Islam untuk meyakinkan militan untuk membebaskan sandera yang tidak bersalah.

"Kami mohon setiap orang Filipina untuk berdoa dengan sungguh-sungguh," kata Pastor Socrates Villegas, ketua Konferensi Waligereja Filipina seperti dikutip dari Reuters, Kamis (25/5/2017).

Aksi kekerasan meletus di Marawi pada Selasa lalu setelah sebuah serangan kelompok militan berhasil digagalkan oleh pasukan keamanan di sebuah tempat persembunyian di Maute. Lokasi tersebut menjadi basis kelompok militan yang telah berjanji setia kepada ISIS.

Menurut tentara, 13 militan dan tujuh personil keamanan sejauh ini telah tewas dan 33 tentara terluka. Sementara menurut Gubernur Daerah Otonom Mindanao, Mujiv Hataman, para militan telah membebaskan 107 tahanan dimana beberapa diantaranya adalah pemberontak Maute.

Presiden Filipina telah menetapkan situasi darurat militer di wilayah itu. Ia pun memerintahkan pembentukan pos pemeriksaan dan penangkapan serta pencarian tanpa surat perintah. Hal itu akan berlanjut selama diperlukan.

Duterte mengatakan bahwa dia akan mempertimbangkan beberapa tindakan pengamanan di wilayah pusat Visayas di samping Mindanao untuk memfasilitasi penangkapan, dan bahkan dapat mengumumkan darurat militer secara nasional. Ia sangat marah karena gerilyawan telah mengibarkan bendera ISIS di Marawi.

"Saya membuat sebuah proyeksi, bukan prediksi, bahwa pada suatu hari hal yang paling sulit untuk dihadapi adalah kedatangan ISIS. Pemerintah harus mengakhiri ini, saya tidak bisa berjudi dengan ISIS karena mereka ada dimana-mana," tegas Duterte.

Duterte mengatakan bahwa dia tidak akan mentolerir penyalahgunaan kekuasaan oleh pasukan keamanan di bawah darurat militer. Namun para kritikus mengatakan bahwa peraturan militer di seluruh Mindanao, sebuah pulau seukuran Korea Selatan dengan populasi 22 juta, merupakan reaksi yang berlebihan.

Serikat Pengacara Nasional Rakyat, sekelompok pengacara hak asasi manusia, menyebutnya reaksi yang kasar dan spontan yang akan membuka gerbang banjir untuk pelanggaran hak asasi manusia yang tidak terkendali.

Maute dan Abu Sayyaf telah terbukti menjadi lawan yang hebat bagi militer. Angkatan bersenjata mengatakan mereka telah mengendalikan situasi namun penduduk yang melarikan diri menceritakan sebuah cerita yang berbeda.

"Kota ini masih di bawah kendali kelompok bersenjata, semuanya berada di jalan utama dan dua jembatan menuju Marawi," kata mahasiswa Rabani Mautum kepada Reuters di kota Pantar, sekitar 16 km (10 mil) jauhnya.
(ian)
Berita Terkait
Diskusi Peta dan Kemunculan...
Diskusi Peta dan Kemunculan Bangsa Filipina dengan Pembicara Sejarawan Ternama
Presiden Filipina Duterte...
Presiden Filipina Duterte Bersaing dengan Putrinya Perebutkan Kursi Wapres
Pelaku Bom Filipina...
Pelaku Bom Filipina Disebut WNI, Menlu: Masih Diselidiki
Musuh Sekaligus Pengkritik...
Musuh Sekaligus Pengkritik Perang Narkoba Duterte Maju Pilpres Filipina
Duterte Incar Kursi...
Duterte Incar Kursi Wapres Filipina setelah Lengser
Rencanakan Pemboman,...
Rencanakan Pemboman, 'Calon Pengantin' Perempuan Diciduk Tentara Filipina
Berita Terkini
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
23 menit yang lalu
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
1 jam yang lalu
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
2 jam yang lalu
130 Orang Ditangkap...
130 Orang Ditangkap karena Korupsi, Termasuk Para Pejabat Berbagai Kementerian
3 jam yang lalu
Rusia Balas Dendam!...
Rusia Balas Dendam! Rudal dan Drone Gempur Ukraina, 11 Orang Tewas
4 jam yang lalu
Usai Tewaskan 1.300...
Usai Tewaskan 1.300 Orang di Eropa, Gelombang Panas Ekstrem Kini Melanda AS
5 jam yang lalu
Infografis
Line Up Timnas Indonesia...
Line Up Timnas Indonesia U-22 Lawan Filipina di SEA Games 2025
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved