Saudi Tak Tuntut Istri Trump Berjilbab selama Berkunjung

Jum'at, 19 Mei 2017 - 05:41 WIB
Saudi Tak Tuntut Istri...
Saudi Tak Tuntut Istri Trump Berjilbab selama Berkunjung
A A A
RIYADH - Pemerintah Arab Saudi tidak menuntut Melania Trump, istri Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, untuk mengenakan jilbab selama berkunjung ke Riyadh. Namun, Saudi akan menyambut baik jika Ibu Negara AS itu bersedia mengenakan busana perempuan Muslim.

Presiden Trump dan rombongannya dijadwalkan berkunjung ke Saudi mulai Jumat (19/5/2017). Saudi dipilih Trump sebagai negara pertama yang jadi tujuan lawatan perdananya sejak menjabat sebagai presiden.

Selain Saudi, Israel dan Vatikan juga jadi tujuan lawatan Trump. Saudi sendiri telah menyiapkan sambutan mewah untuk kunjungan Trump.

Wanita di Arab Saudi, termasuk pengunjung mancanegara, biasanya diminta mengenakan gaun panjang atau abaya dan jilbab selama berada di negara tersebut. Namun, pejabat Saudi mengatakan bahwa Riyadh tidak menuntut “kode pakaian” khusus untuk Ibu Negara AS.

“Riyadh biasanya tidak menuntut kode pakaian tertentu, melainkan memberi saran,” kata seorang pejabat pemerintah Saudi.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel bin Ahmed Al-Jubeir siap menyambut baik jika istri Presiden Trump bersedia mengenakan busana konservatif Saudi. ”Kami menyambut baik gaya busana,” kata Al-Jubeir kepada wartawan hari Kamis, seperti dilansir RIA Novosti.

Sebelumnya, Penasihat Keamanan Nasional AS HR McMaster mengatakan, pada Sabtu malam, Presiden dan Ibu Negara AS akan bergabung dengan anggota keluarga Kerajaan Saudi untuk makan malam.

McMaster menyebut kunjungan perdana Presiden Trump merupakan lawatan bersejarah.

Trump dijadwalkan akan menghadiri perjamuan kerajaan dan mengadakan pertemuan bilateral dengan Raja Salman bin Abdulaziz al-Saud, Putra Mahkota dan Wakil Putra Mahkota Saudi. Kunjungan Trump akan berlangsung dua hari.

”Dia akan bertemu dan makan siang bersama pemimpin lebih dari 50 negara Muslim, di mana dia akan memberikan pidato soal kebutuhan untuk menghadapi ideologi radikal dan harapannya untuk mewujudkan visi damai Islam,” ujarnya.
(mas)
Berita Terkait
Awal Mula Arab Saudi...
Awal Mula Arab Saudi Menjadi Sekutu Amerika Serikat
Inilah Alasan Mengapa...
Inilah Alasan Mengapa Banyak Pangeran Arab Kuliah di Amerika Serikat
Perkuat Kerja Sama,...
Perkuat Kerja Sama, Amerika Serikat akan Buat Rudal di Arab Saudi
8 Negara Mayoritas Muslim...
8 Negara Mayoritas Muslim yang Jadi Sekutu Amerika Serikat
Media AS: Arab Saudi...
Media AS: Arab Saudi Kibuli Amerika Serikat soal Minyak
Menlu Arab Saudi Ditelepon...
Menlu Arab Saudi Ditelepon Menlu Amerika Serikat, Ini Isinya
Berita Terkini
Citra Satelit Tunjukkan...
Citra Satelit Tunjukkan Kehancuran di Pangkalan Udara Israel Akibat Serangan Iran
44 menit yang lalu
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
1 jam yang lalu
Diduga Terlibat dalam...
Diduga Terlibat dalam Skandal Seks, Bill Gates Hadapi Sidang di DPR AS
3 jam yang lalu
Pakar Militer Klaim...
Pakar Militer Klaim Iran Ingin Memulihkan Daya Tolak Terhadap Serangan AS
3 jam yang lalu
Bagaimana AS Kehilangan...
Bagaimana AS Kehilangan Helikopter Apache Pertama dalam Perang dengan Iran?
4 jam yang lalu
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
5 jam yang lalu
Infografis
Saat Sekutu Berhenti...
Saat Sekutu Berhenti Menuruti Donald Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved