Pengawal Erdogan Bentrok dengan Demonstran di Washington

Rabu, 17 Mei 2017 - 10:53 WIB
Pengawal Erdogan Bentrok...
Pengawal Erdogan Bentrok dengan Demonstran di Washington
A A A
WASHINGTON - Sembilan orang terluka dan dua orang ditangkap saat terjadi perkelahian di kediaman Duta Besar Turki di Ibu Kota Amerika Serikat (AS). Inisiden itu terjadi saat kunjungan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan ke Washington.

Doug Buchanan, juru bicara Fire and EMS DC, mengatakan bahwa dua dari mereka terluka parah dan dibawa ke rumah sakit dengan ambulans. Dia mengatakan melalui telepon bahwa petugas darurat dipanggil ke kediaman sekitar pukul 16.30 waktu setempat seperti dikutip dari The Guardian, Rabu (17/5/2017).

Menurut saksi mata, perkelahian itu meletus saat pengawal keamanan presiden Turki menyerang pemrotes yang membawa bendera partai Kurd PYD di luar kediaman. Video menunjukkan pria yang diyakini sebagai pengawal Erdogan menendang pemrotes saat polisi berusaha menghentikannya.

Juru bicara Kepolisian Metropolitan, Dustin Sternbeck mengatakan, perkelahian tersebut terjadi di antara dua kelompok tapi dia tidak menjelaskan keadaannya. Dia mengatakan dua orang ditangkap, termasuk satu orang yang didakwa melakukan penyerangan terhadap seorang petugas polisi.

Perkelahian itu terjadi pada hari yang sama dengan Erdoğan bertemu dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih. Departemen Luar Negeri menolak berkomentar.

Trump dan Erdogan sebelumnya berdiri berdampingan di Gedung Putih dan berjanji untuk memperkuat hubungan yang tegang meskipun ada peringatan keras pemimpin Turki tentang kebijakan AS mempersenjatai milisi Kurdi.

Erdogan datang ke Oval Office dengan keluhan tentang dukungan AS untuk pejuang Kurdi dan apa yang dikatakan Ankara adalah Washington yang mendasari dalang kudeta yang gagal.

Namun kedua pemimpin tersebut juga mencoba untuk menempatkan keberanian mereka pada perbedaan. Keduanya juga sepakat untuk emperbarui aliansi kunci antara kekuatan pemimpin NATO dan anggota Muslim terbesarnya, menjadi mitra dalam perang melawan kelompok Islam di Suriah dan Irak.

"Ini benar-benar tidak dapat diterima untuk mempertimbangkan YPG-PYD sebagai mitra di kawasan ini, dan ini bertentangan dengan kesepakatan global yang kami capai," kata Erdogan, merujuk pada Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) di Suriah.

"Dengan cara yang sama, kita seharusnya tidak membiarkan kelompok yang ingin mengubah struktur etnis atau agama di wilayah tersebut menggunakan terorisme sebagai dalih," tambahnya, menunjukkan bahwa orang Kurdi menggunakan pertarungan anti-ISIS sebagai pelindung untuk separatis nasionalisme.
(ian)
Berita Terkait
Amerika Serikat Dipecundangi...
Amerika Serikat Dipecundangi Turki 2-3
Erdogan: Sanksi Amerika...
Erdogan: Sanksi Amerika Serikat Tidak Menghormati Turki
Erdogan: Turki Kirim...
Erdogan: Turki Kirim Peralatan Medis ke Amerika Serikat
9 Negara Sekutu Utama...
9 Negara Sekutu Utama Amerika Serikat di Timur Tengah
Erdogan: Gaza adalah...
Erdogan: Gaza adalah Tanah Palestina, Amerika Serikat Harus Menerimanya
Kecil Kemungkinan Turki...
Kecil Kemungkinan Turki Jual S-400 Rusia ke AS
Berita Terkini
Rusia: Serangan Drone...
Rusia: Serangan Drone Ukraina Tewaskan Kepala Insinyur Pembangkit Nuklir Terbesar Eropa
19 menit yang lalu
Iran Hancurkan Markas...
Iran Hancurkan Markas Besar Armada Ke-5 AS di Bahrain, Amerika Habisi 7 Tentara Teheran
1 jam yang lalu
AS Berambisi Caplok...
AS Berambisi Caplok 3 Pulau Terluar Iran, Bunuh Diri atau Raih Kemenangan Taktis?
2 jam yang lalu
Wakil PM Italia Sebut...
Wakil PM Italia Sebut Rusia Bukan Ancaman Utama bagi Eropa, tapi Siapa?
3 jam yang lalu
10 Negara Eropa Ini...
10 Negara Eropa Ini Bersatu Bangun Perisai Rudal Balistik, Apakah Efekif Hadapi Misil Rusia?
5 jam yang lalu
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
6 jam yang lalu
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved