Assad Tuding Barat Berupaya Picu Pelanggaran di Zona Aman

Jum'at, 12 Mei 2017 - 06:50 WIB
Assad Tuding Barat Berupaya...
Assad Tuding Barat Berupaya Picu Pelanggaran di Zona Aman
A A A
DAMASKUS - Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan bahwa Suriah, Rusia dan Iran akan mencegah terjadinya pelanggaran di Zona Aman. Ia menyebut negara-negara Barat berupaya untuk kembali meningkatkan situasi di negara yang dilanda perang itu.

Assad mengatakan setiap upaya untuk melanggar perjanjian deeskalasi di Suriah akan diimbangi oleh tentara Suriah, pasukan Rusia dan Iran, dengan dukungan Hizbullah.

"Setiap eskalasi akan gagal, karena pasukan Suriah dan Rusia, dengan dukungan Iran, dan dengan dukungan dari Hizbullah, akan menyerang setiap bagian dari teroris jika mereka berusaha untuk melanggar kesepakatan ini," kata Assad seperti dikutip dari Sputniknews, Jumat (12/5/2017).

Dia juga menunjukkan bahwa empat zona aman di Suriah ditujukan tidak hanya untuk melindungi warga sipil namun memberi kesempatan kepada militan untuk menyerahkan senjata sebagai imbalan atas amnesti.

"Tujuannya adalah untuk melindungi warga sipil di daerah-daerah ini. Tujuan kedua adalah memberi kesempatan kepada pemberontak yang berkepentingan untuk merekonsiliasi diri mereka dengan negara, seperti yang terjadi di daerah lain," kata Assad.

Sebelumnya pada bulan Mei, Rusia, Turki dan Iran menandatangani memorandum tentang pembentukan zona aman di negara tersebut sebagai bagian dari perundingan Astana mengenai pemukiman Suriah.

Keempat zona tersebut termasuk provinsi Idlib barat laut dan bagian-bagian Latakia tetangga, Hama dan Aleppo, sebelah utara provinsi pusat Homs, Ghouta Timur dekat Damaskus, serta wilayah selatan Daraa dan Quneitra.

Rusia dan Turki adalah penjamin rezim gencatan senjata Suriah yang mulai berlaku pada tanggal 30 Desember 2016, dan telah bertahan secara umum, meskipun terus melaporkan terjadinya pelanggaran. Dewan Keamanan PBB mengeluarkan sebuah resolusi pada bulan Desember 2016 yang mendukung usaha tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Erdogan: Turki Akan...
Erdogan: Turki Akan Tetap di Suriah Hingga Rakyat Suriah Bebas
Pertempuran Meluas,...
Pertempuran Meluas, Rusia Anjurkan Warganya Segera Tinggalkan Suriah
Presiden Iran Pergi...
Presiden Iran Pergi ke Suriah untuk Rayakan Kemenangan
Singkirkan Presiden...
Singkirkan Presiden Assad, Rusia-Turki-Iran akan Bentuk Pemerintahan Transisi
Perkuat Pengaruh, Iran...
Perkuat Pengaruh, Iran Siap Bantu Rekonstruksi Suriah
Tamat Sudah Rezim Assad,...
Tamat Sudah Rezim Assad, Rusia dan Iran Gagal Sokong Suriah
Berita Terkini
Pesawat Terjun Payung...
Pesawat Terjun Payung Jatuh di AS, 12 Orang Tewas
50 menit yang lalu
Misteri Freya, Model...
Misteri Freya, Model Erotis Ukraina yang Diduga Ledakkan Pipa Nord Stream Rusia
1 jam yang lalu
Eks PM Israel Serukan...
Eks PM Israel Serukan Netanyahu Digulingkan dengan Tongkat dan Batu
1 jam yang lalu
Militer Iran: AS dan...
Militer Iran: AS dan Israel Tak Punya Pilihan Selain Kalah dan Menyerah!
2 jam yang lalu
Viral! 3 PRT Indonesia...
Viral! 3 PRT Indonesia Dianiaya di Malaysia, 4 Majikan Ditangkap
2 jam yang lalu
Pejabat Israel Geram...
Pejabat Israel Geram atas Kesepakatan AS-Iran: 'Trump Telah Khianati Kami!'
3 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved