Pakar: Korut Hanya Dalih AS untuk Bidik China dengan Nuklir

Senin, 08 Mei 2017 - 12:07 WIB
Pakar: Korut Hanya Dalih...
Pakar: Korut Hanya Dalih AS untuk Bidik China dengan Nuklir
A A A
WASHINGTON - Para pakar internasional menilai Amerika Serikat (AS) menggunakan “kenakalan” Korea Utara (Korut) hanya sebagai dalih untuk menumpuk kekuatan militer berkemampuan nuklir untuk membidik China. Rusia juga dinilai jadi target potensial AS.

Rezim Korut yang dipimpin diktator muda Kim Jong-un sebelumnya mengancam membuat Gedung Putih menjadi abu dengan serangan militernya. Kini, Pyongyang bahkan menangkap lagi seorang warga AS sebagai bagian dari “diplomasi penyanderaan”.

AS juga telah mengirim armada tempurnya yang dipimpin kapal induk USS Carl Vinson, di perairan lepas di semenanjung Korea. Beberapa pekan terakhir, pesawat pembom nuklir juga bermanuver di langit Korea untuk menekan Pyongyang.

Namun, seorang penulis dan pakar isu internasional James Petras menilai pemerintah Donald Trump hanya menggunakan situasi Korut sebagai dalih untuk membangun militernya. Tujuannya, untuk meluncurkan serangan mendadak ke China.

“Strategi Washington dirancang untuk menampung dan mempengaruhi China jika memungkinkan dan secara ekstrem untuk meluncurkan serangan nuklir ke China,” katanya.

”Saya pikir dalih menyerang Korea Utara hanyalah sebuah alasan untuk membangun kemampuan militer AS untuk melakukan serangan nuklir,” katanya lagi, seperti dikutip Daily Star, Senin (8/5/2017).

Pakar pemerintah AS Paul Craig Roberts, yang pernah bertugas di bawah pemerintah Ronald Reagan, sebelumnya juga menyatakan bahwa Washington sedang mempersiapkan serangan nuklir kejutan terhadap Rusia dan China.

Namun, penilaian para pakar itu bertentangan dengan pernyataan Presiden Trump baru-baru ini, di mana dia telah memuji persahabatannya dengan Presiden China Xi Jinping.

Jika AS benar-benar berencana melakukan serangan ini terhadap China dan Rusia, maka pemerintah Trump juga bisa menuai bencana. Sebuah laporan militer AS awal tahun ini mengindikasikan bahwa AS akan rugi jika melawan Rusia atau China karena peralatan militer kedua negara itu telah maju pesat.
(mas)
Berita Terkait
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
AS Minta China Bantu...
AS Minta China Bantu Tekan Korut untuk Lakukan Denuklirisasi
Berita Terkini
Jenazah Ayatollah Khamenei...
Jenazah Ayatollah Khamenei Akan Dimakamkan pada 9 Juli
3 jam yang lalu
PM Pakistan: Perjanjian...
PM Pakistan: Perjanjian Damai Iran dan AS Terwujud dalam 24 Jam Mendatang
4 jam yang lalu
3 Alasan Provinsi Alberta...
3 Alasan Provinsi Alberta Ingin Tinggalkan Kanada dan Bergabung dengan AS
5 jam yang lalu
Pasukan Elite AS Siapkan...
Pasukan Elite AS Siapkan Skenario Caplok Uranium Iran, tapi Kenapa Tidak Dilaksanakan?
6 jam yang lalu
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
7 jam yang lalu
Tak Ingin Bernasib seperti...
Tak Ingin Bernasib seperti Ukraina, Polandia Operasikan Jet Tempur Siluman
7 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved