AS Minta China Bantu Tekan Korut untuk Lakukan Denuklirisasi

Kamis, 18 Maret 2021 - 15:28 WIB
loading...
AS Minta China Bantu...
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken menekan China untuk menggunakan pengaruhnya yang luar biasa untuk meyakinkan Korut agar meninggalkan program nuklirnya. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) menekan China untuk menggunakan "pengaruhnya yang luar biasa" untuk meyakinkan Korea Utara (Korut) agar meninggalkan program nuklirnya. AS menyebut program nuklir Korut sebagai sumber ketidakstabilan dan bahaya.

“Beijing memiliki kepentingan, kepentingan pribadi yang jelas dalam membantu mengejar denuklirisasi (Korut) karena itu adalah sumber ketidakstabilan. Itu adalah sumber bahaya dan jelas merupakan ancaman bagi kami dan mitra kami," kata Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken. Baca juga: AS: Korut Mungkin Tes Terbang Desain Baru ICBM dalam Waktu Dekat

Blinken, seperti dilansir Al Arabiya pada Kamis (18/3/2021), mengatakan Beijing memiliki peran penting yang harus dimainkan untuk membujuk Korut melakukan denuklirisasi karena sebagian besar perdagangan eksternal Korut melewati China. Blinken menekankan bahwa China diwajibkan oleh PBB untuk melakukan hal itu.

Pernyataan ini datang tidak lama setelah Wakil Menteri Luar Negeri Korut, Choe Son Hui, membenarkan bahwa Washington telah menghubungi Pyongyang melalui beberapa saluran mulai pertengahan Februari, tetapi belum memberikan respon apapun.

Choe menyebut langkah AS sebagai "trik penundaan waktu" dan mengatakan Korut akan terus membuang tawaran serupa untuk pembicaraan kecuali Washington menarik permusuhannya.

"Apa yang terdengar dari AS sejak kemunculan rezim baru hanyalah teori gila tentang ancaman dari Korut dan retorika tak berdasar tentang denuklirisasi lengkap," katanya.Baca juga: China, Rusia, Korut, dan Iran Bentuk Koalisi di PBB

Terkait pernyataan Choe, Blinken mengatakan dia mengetahui pernyataan itu. Tetapi, mengatakan dia lebih tertarik pada komentar dan pemikiran sekutu, dan mitra AS saat dia melakukan perjalanan ke negara-negara Asia.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Mobil Buatan Amerika...
Mobil Buatan Amerika Serikat Dapat Ujian Besar di Pasar Jepang
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
PBB: Israel Sengaja...
PBB: Israel Sengaja Bunuh Anak-Anak Gaza
Rekomendasi
Selesai Diperiksa Kasus...
Selesai Diperiksa Kasus Kuota Haji, Eks Dirjen PHU Hilman Latief: Diminta Keterangan Saja
Beda dengan Roy Suryo,...
Beda dengan Roy Suryo, Dokter Tifa Tidak Ajukan Gugatan Praperadilan
Pertamina Cetak Laba...
Pertamina Cetak Laba Bersih Rp55,2 Triliun di 2025, Setor ke Negara Rp360 Triliun
Berita Terkini
Bill Gates Ngaku Jadi...
Bill Gates Ngaku Jadi Korban Epstein, tapi Fakta Berbicara Lain
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Israel Intervensi Pilpres...
Israel Intervensi Pilpres Kolombia, Ini 4 Faktanya
Kandidat Kuat PM Inggris...
Kandidat Kuat PM Inggris Andy Burnham Dinilai Tidak Berpihak ke Palestina
Tiru Strategi Iran,...
Tiru Strategi Iran, Ukraina Tembakkan 323 Drone ke Wilayah Rusia pada Malam Hari
Pilot F-15 AS: Serangan...
Pilot F-15 AS: Serangan Drone Iran Membentuk Formasi Ubur-ubur
Infografis
J-36 China Diklaim Bisa...
J-36 China Diklaim Bisa Pecundangi Pesawat Pengebom B-21 AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved