Trump-Putin Bahas Gencatan Senjata di Suriah Via Telepon

Rabu, 03 Mei 2017 - 11:44 WIB
Trump-Putin Bahas Gencatan...
Trump-Putin Bahas Gencatan Senjata di Suriah Via Telepon
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin mulai bergerak untuk meredakan ketegangan pasca serangan udara AS terhadap Suriah. Keduanya lantas mengungkapkan keinginan untuk gencatan senjata Suriah dan zona aman bagi para pengungsi perang saudara.

Kedua pemimpin tersebut berbicara melalui telepon untuk pertama kalinya sejak hubungan AS dengan Rusia menegang setelah serangan rudal Washington terhadap lapangan udara Suriah. Kedua pemimpin kemudian menetapkan pondasi untuk pertemuan tatap muka pertama mereka pada bulan Juli nanti.

"Semua pihak harus melakukan semua yang mereka bisa untuk mengakhiri kekerasan di Suriah," kata Gedung Putih seperti dikutip dari Reuters, Rabu (3/5/2017).

"Percakapan itu sangat bagus, dan termasuk pembahasan zona aman atau deeskalasi, untuk mencapai perdamaian abadi bagi kemanusiaan dan banyak alasan lainnya," kata sebuah pernyataan dari Gedung Putih.

Dengan gencatan senjata yang pernah terjadi di Suriah, Gedung Putih mengatakan Washington akan mengirim seorang perwakilan untuk melakukan perundingan gencatan senjata di Astana, Kazakhstan, pada hari Rabu dan Kamis.

Departemen Luar Negeri mengatakan Asisten Sekretaris untuk Urusan Timur Dekat Stuart Jones akan hadir sebagai pengamat.

Keputusan untuk mengirim Jones ke perundingan, bahkan sebagai pengamat, merupakan indikasi bahwa AS memperhatikan pembicaraan di Astana dengan lebih serius. Sebelumnya, duta besar A.S. untuk Kazakhstan George Krol telah menghadiri perundingan tersebut sebagai pengamat.

Sementara Kremlin mengatakan bahwa Putin dan Trump setuju untuk meningkatkan dialog dalam menemukan cara untuk memperkuat gencatan senjata dan memberikannya stabilitas.

"Tujuannya adalah untuk menciptakan kondisi bagi peluncuran untuk proses resolusi nyata di Suriah. Ini berarti bahwa menteri luar negeri Rusia dan sekretaris negara AS akan secara efektif menginformasikan para pemimpin mengenai kemajuan ke arah ini," kata Kremlin.

Trump memerintahkan 59 rudal jelajah Tomahawk diluncurkan sebagai pembalasan atas serangan senjata kimia yang disalahkan kepada Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Serangan tersebut memicu protes dari sekutu Assad, Rusia, yang menyalahkan pemberontak Suriah karena menggunakan gas syaraf yang dilarang dan mengatakan bahwa Assad tidak bersalah.
(ian)
Berita Terkait
AS Kirim Kendaraan Lapis...
AS Kirim Kendaraan Lapis Baja ke Suriah
Apakah Donald Trump...
Apakah Donald Trump Mendukung Bashar Al Assad?
Donald Trump: Suriah...
Donald Trump: Suriah Kacau, Biarkan Saja, AS Jangan Terlibat!
Donald Trump: Ukraina...
Donald Trump: Ukraina Sedang Dilenyapkan
Persidangan Pidana Donald...
Persidangan Pidana Donald Trump atas Tuduhan Pemalsuan Catatan Bisnis di New York
Pemerintahan Trump Pertimbangkan...
Pemerintahan Trump Pertimbangkan Penarikan Penuh Pasukan AS dari Suriah
Berita Terkini
350 Pegawai Pemerintah...
350 Pegawai Pemerintah Iran Tewas akibat Serangan AS dan Israel
6 menit yang lalu
Israel Akui Pesawat...
Israel Akui Pesawat Pembom AS Gunakan Pangkalan Udaranya untuk Serang Iran
1 jam yang lalu
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
2 jam yang lalu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
2 jam yang lalu
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
3 jam yang lalu
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
4 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved