PBB Berharap Trump Ceramahi Duterte Soal HAM
Senin, 01 Mei 2017 - 16:18 WIB
PBB Berharap Trump Ceramahi Duterte Soal HAM
A
A
A
JENEWA - Kepala Dewan HAM PBB, Zeid Ra'ad al-Hussein berharap Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan memberikan penjelasan mengenai HAM kepada Presiden Filipina Rodrigo Duterte. Keduanya dijadwalkan akan bertemu dalam waktu dekat.
"Presiden AS Donald Trump harus menyampaikan kepada Presiden Filipina Rodrigo Duterte tentang ketakutan yang mendalam tentang ketidakpeduliannya terhadap pelanggaran HAM," kata Hussein dalam sebuah pernyataan.
"Jadi orang berharap pesan tersebut akan sangat jelas dan tidak diilustrasikan oleh Presiden AS kepada Presiden Filipina," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (1/5).
Sebelumnya, kelompok pemantau HAM, Human Right Watch (HRW) mengkritik pemerintah AS karena telah mengundang Duterte. Kritikan ini datang karena HRW menilai Duterte telah melakukan pelanggaran keras terhadap HAM, melalui operasi anti-narkoba yang telah menewaskan ribuan orang.
HRW menyebut, undangan terhadap Duterte sama saja dengan mendukung apa yang sudah dilakukan oleh pemimpin Filipina tersebut.
Menanggapi kritikan ini, Kepala Staff Gedung Putih Reince Priebus ada lebih banyak masalah yang lebih besar yang dihadapi dunia, dan kerjasama dengan Filipina penting untuk menghadapi masalah tersebut. Salah satu masalah yang dihadapi menurut Priebus adalah Korea Utara (Korut).
"Presiden AS Donald Trump harus menyampaikan kepada Presiden Filipina Rodrigo Duterte tentang ketakutan yang mendalam tentang ketidakpeduliannya terhadap pelanggaran HAM," kata Hussein dalam sebuah pernyataan.
"Jadi orang berharap pesan tersebut akan sangat jelas dan tidak diilustrasikan oleh Presiden AS kepada Presiden Filipina," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (1/5).
Sebelumnya, kelompok pemantau HAM, Human Right Watch (HRW) mengkritik pemerintah AS karena telah mengundang Duterte. Kritikan ini datang karena HRW menilai Duterte telah melakukan pelanggaran keras terhadap HAM, melalui operasi anti-narkoba yang telah menewaskan ribuan orang.
HRW menyebut, undangan terhadap Duterte sama saja dengan mendukung apa yang sudah dilakukan oleh pemimpin Filipina tersebut.
Menanggapi kritikan ini, Kepala Staff Gedung Putih Reince Priebus ada lebih banyak masalah yang lebih besar yang dihadapi dunia, dan kerjasama dengan Filipina penting untuk menghadapi masalah tersebut. Salah satu masalah yang dihadapi menurut Priebus adalah Korea Utara (Korut).
(esn)