Rudal THAAD AS Tak Gratis, Korsel: Tak Sesuai Kesepakatan

Sabtu, 29 April 2017 - 14:12 WIB
Rudal THAAD AS Tak Gratis,...
Rudal THAAD AS Tak Gratis, Korsel: Tak Sesuai Kesepakatan
A A A
SEOUL - Sistem rudal Terminal High Altitude Area Defense (THAAD) yang dipasang Amerika Serikat (AS) di Korea Selatan (Korsel) sebagai tameng rudal Korea Utara (Korut) tak gratis. Presiden Donald Trump berharap Korea Selatan membayar USD1 miliar atau sekitar Rp13,3 triliun.

Harga itu diungkap Trump dalam wawancaranya dengan Reuters. ”Saya memberi tahu Korea Selatan akan sesuai jika mereka membayarnya. Ini adalah sistem bernilai miliaran dolar,” kata Trump kepada Reuters. ”Ini fenomenal, menembakkan rudal langsung dari langit.”

Namun, pejabat militer Korea Selatan menjelaskan bahwa membayar sistem rudal THAAD bukanlah bagian dari kesepakatan bilateral yang terjadi tahun lalu.

Baca:
Harga Sistem Rudal THAAD AS Rp13,3 T, Korsel Mustahil Membayar


Penempatan sistem rudal THAAD tersebut sejatinya hasil kesepakatan pemerintah Presiden Barack Obama dengan pemerintah Presiden Park Geun-hye tahun 2016. Kedua pemimpin itu sudah lengser, di mana Obama digantikan Donald Trump dengan Park dimakzulkan terkait skandal kasus korupsi.

”Korea Selatan akan menyediakan lahan dan infrastruktur dan AS akan bertanggung jawab atas biaya pembelian, operasi dan pemeliharaan untuk sistem pertahanan sesuai dalam perjanjian Status of Forces Agreement (SOFA),” kata seorang pejabat di Kementerian Pertahanan Korea Selatan, yang berbicara dalam kondisi anonim kepada surat kabar Donga, yang dikutip Sabtu (29/4/2017).

Kim Ki-jung, penasihat calon presiden unggulan Korea Selatan Moon Jae-in, sebelumnya juga mengatakan bahwa mustahil bagi negaranya untuk membayar sistem rudal canggih AS itu.

”Bahkan jika kita membeli THAAD, operasi utamanya akan berada di tangan AS,” kata Kim.

”Jadi membeli itu akan menjadi pilihan yang tidak mungkin. Itu topik kami saat kami mempertimbangkan pilihan,” lanjut Kim yang juga profesor di Universitas Yonsei di Seoul.

Perangkat sistem tameng rudal itu telah dipasang di lapangan golf di Seongju, Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan, sejak hari Selasa.

Namun, penempatan senjata canggih AS itu memicu protes warga yang berujung bentrok dengabn polisi. Warga setempat merasa terancam dengan penempatan sistem rudal THAAD. Tapi, militer AS memastikan sistem itu akan beroprasi dalam beberapa hari lagi.
(mas)
Berita Terkait
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Korea Utara Marah Kapal...
Korea Utara Marah Kapal Selam Nuklir AS Muncul di Korea Selatan
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
Berita Terkini
Respons Aksi China,...
Respons Aksi China, Jepang Perkuat Pertahanan Sisi Barat Daya
25 menit yang lalu
AS Tidak Cegat Rudal...
AS Tidak Cegat Rudal Iran yang Ditembakkan ke Israel
1 jam yang lalu
Horor! Penyerang Berpisau...
Horor! Penyerang Berpisau Mencoba Memenggal Seorang Pria di Tempat Umum
2 jam yang lalu
Siapa Liao Dan? Pria...
Siapa Liao Dan? Pria yang Dijuluki Penipu Paling Setia di China
4 jam yang lalu
Trump: 2 Minggu Lagi,...
Trump: 2 Minggu Lagi, AS Nyatakan Kemenangan Total atas Iran!
5 jam yang lalu
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz, Ditembak Iran?
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved