Krisis Semenanjung Korea Semakin Mengkhawatirkan, Putin Serukan Perundingan

Jum'at, 28 April 2017 - 06:03 WIB
Krisis Semenanjung Korea...
Krisis Semenanjung Korea Semakin Mengkhawatirkan, Putin Serukan Perundingan
A A A
MOSKOW - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menyerukan untuk dimulainya kembali pembicaraan dengan Korea Utara (Korut) karena ketegangan di Semenanjung Korea terus meningkat. Hal itu diungkapkannya saat bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe.

Dalam pernyataannya, Putin mendesak pihak-pihak yang terlibat untuk tidak menggunakan retorika yang agresif. Putin juga mengatakan Rusia dan Jepang ingin melihat dialog damai dab konstruktif antara pihak-pihak yang bertikai.

"Menurut pendapat saya, dan menurut pendapat perdana menteri, situasi di semenanjung Korea sayangnya telah jauh lebih buruk," kata Putin seperti dikutip dari BBC, Jumat (28/4/2017).

"Kami meminta semua pemerintah yang terlibat dalam masalah regional untuk tidak menggunakan retorika yang agresif dan mengupayakan dialog konstruktif yang damai," imbuhnya.

Hubungan antara Korut dan Amerika Serikat (AS) telah merosot dalam beberapa pekan terakhir. Kedua negara telah terlibat perang kata-kata dan saling ancam saat pemimpin Korut, Kim Jong-un, tetap bertahan dengan kebijakannya untuk melakukan uji coba rudal meski ada peringatan berulang untuk berhenti.

Pekan ini, AS mengumumkan akan mengaktifkan sistem pertahanan rudal di Korea Selatan (Korsel) dalam beberapa hari ke depan, dan memperketat sanksi terhadap negara yang tertutup tersebut. Itu terjadi setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa AS mengirimkan sebuah kelompok kapal perang angkatan laut untuk berpatroli di semenanjung Korea.

Sementara itu, Korut mengancam akan melancarkan "serangan pre-emptive yang sangat hebat" terhadap apa yang disebut agresi AS. Korut juga diyakini berada di ambang pelaksanaan tes bom nuklir keenam.

Washington khawatir Korut bisa mengembangkan perangkat nuklir yang cukup kecil agar sesuai dengan rudal jarak jauh yang bisa sampai ke AS, meskipun beberapa ahli mengatakan ini masih terlalu jauh.

Namun jika Korea Utara memang memutuskan untuk meluncurkan serangan rudal, tetangganya Korsel dan Jepang bisa dijadikan target. Abe sangat ingin memastikan situasinya tidak memburuk lebih jauh.
(ian)
Berita Terkait
5 Negara Sahabat China,...
5 Negara Sahabat China, 3 di Antaranya Musuh Amerika Serikat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
China Tuding Amerika...
China Tuding Amerika Serikat Kacaukan Semenanjung Korea
5 Rudal Korea Utara...
5 Rudal Korea Utara yang Ditakuti Amerika Serikat
Rusia-Korea Utara Mesra,...
Rusia-Korea Utara Mesra, AS, Korea Selatan, Jepang Waswas
Korea Utara Marah Korea...
Korea Utara Marah Korea Selatan dan Amerika Serikat Mulai Latihan Militer
Berita Terkini
600 Eks Pejabat Israel...
600 Eks Pejabat Israel Desak Trump Tekan Netanyahu
18 menit yang lalu
Ukraina Ledakkan Kapal...
Ukraina Ledakkan Kapal Dagang Iran di Laut Kaspia, Rusia Peringatkan Ancaman Kyiv
52 menit yang lalu
Delegasi Hamas ke Mesir...
Delegasi Hamas ke Mesir untuk Pembicaraan Fase Selanjutnya Gencatan Senjata Gaza
2 jam yang lalu
Israel Perluas Zona...
Israel Perluas Zona Kuning, Paksa Ribuan Warga Gaza Mengungsi Lagi
2 jam yang lalu
Penerbangan Netanyahu...
Penerbangan Netanyahu ke AS Melintasi Wilayah Udara Negara-negara Anggota ICC
3 jam yang lalu
Trump Cueki Netanyahu,...
Trump Cueki Netanyahu, Tetap Akan Jual Jet Tempur Siluman F-35 AS ke Turki
5 jam yang lalu
Infografis
7 Alasan Vladimir Putin...
7 Alasan Vladimir Putin Tak Bantu Iran Lawan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved