Diancam Bom, Konsulat Prancis di AS Dievakuasi

Minggu, 23 April 2017 - 17:40 WIB
Diancam Bom, Konsulat...
Diancam Bom, Konsulat Prancis di AS Dievakuasi
A A A
NEW YORK - Proses evakuasi di Kosulat Prancis di New York, Amerika Serikat (AS) dilaporkan terjadi setelah adanya ancaman bom terhadap kantor perwakilan Prancis itu. Ancaman bom ini datang saat warga Prancis di New York bersiap memberikan suara mereka dalam pemilihan Presiden.
"Sebuah kendaraan yang mencurigakan mendorong polisi untuk melakukan evakuasi terhadap gedung di Fifth Avenue di seberang Central Park," kata Konsul Jenderal Prancis, Anne-Claire Legendre.
"Setelah serangan terhadap Champs Elysees, departemen kepolisian New York diberitahu untuk meningkatkan kewaspadaan," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Channel News Asia pada Minggu (23/4).
Anne-Claire menambahkan, puluhan warga Prancis harus menunggu selama kurang lebih satu jam di depan gedung konsulat paska adanya ancaman bom ini. Setelah dipastikan aman, para warga Prancis kembali di izinkan masuk kedalan gedung konsulat untuk memberikan suara mereka dalam pilpres.
Pilpres di Prancis sendiri merupakan pilpres putaran pertama.Pemilu ini juga sangat penting bagi masa depan Eropa. Pemilu ini juga menjadi uji coba bagi otoritas keamanan menghadapi kemarahan para pendukung calon presiden.
Hasil pemilu Prancis ini akan dipantau dengan cemas di seluruh dunia sebagai tanda apakah gelombang populis yang membuat Inggris memilih untuk meninggalkan UE dan terpilihnya Donald Trump di Amerika Serikat masih meningkat, atau mulai surut seperti dikutip dari Reuters.
Hasil jajak pendapat menunjukkan, Emmanuel Macron menjadi favorit untuk memenangkan putaran pertama pemilu. Ia mengalahkan pemimpin Front Nasional Marine Le Pen dalam pertarungan final pada tanggal 7 Mei mendatang.
Bagi mereka untuk memenangkan dua posisi teratas kualifikasi pada hari ini akan mewakili pergeseran seismik dalam lanskap politik. Pasalnya, putaran kedua tidak akan menampilkan partai arus utama yang telah memerintah Prancis selama beberapa dekade.
(esn)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
4 Fakta Gunung Pickaxe,...
4 Fakta Gunung Pickaxe, Fasilitas Rahasia Nuklir Iran yang Jadi Target Serangan AS
25 menit yang lalu
Siapa Khalil al-Hayya?...
Siapa Khalil al-Hayya? Pemimpin Baru Hamas yang Dikenal sebagai Tangan Kanan Iran di Gaza
1 jam yang lalu
Presiden Zelensky Akan...
Presiden Zelensky Akan Memiliki Pesaing Politik yang Kuat, Ini 5 Pemicunya
3 jam yang lalu
Serangan AS ke Iran...
Serangan AS ke Iran Tak Punya Strategi, Apakah Trump Sudah Putus Asa?
4 jam yang lalu
AS Terlibat Langsung...
AS Terlibat Langsung dalam Serangan Drone Ukraina, Rusia: Washington Munafik!
6 jam yang lalu
Trump Setujui Arab Saudi...
Trump Setujui Arab Saudi Perkaya Uranium, Mungkinkan Riyadh Memiliki Bom Nuklir?
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved