Konfrontasi dengan AS, Korut Yakin Menang
Sabtu, 22 April 2017 - 16:26 WIB
Konfrontasi dengan AS, Korut Yakin Menang
A
A
A
PYONGYANG - Perang retorika antara Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara terus berlanjut. Terbaru, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Korut menyatakan bertekad untuk menghadapi ancaman AS dengan serangan pre emptive dan metode lainnya.
Menurut pejabat itu, Korut adalah negara yang cinta damai. Namun, mereka juga tidak akan lari jika terjadi perang.
"Korut adalah negara sosialis yang damai, tapi tidak takut perang dan tidak berusaha menghindarinya. Korut memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai akhir yang pahit, jika AS bermaksud untuk melanjutkan kebijakan konfrontasinya," katanya dalam sebuah pernyataan.
"Tentara Korea telah secara jelas menunjukkan bahwa tindakan penanggulangannya akan mencakup serangan dan metode lainnya yang sifatnya mendadak," imbuhnya seperti dikutip dari Sputniknews, Sabtu (22/4/2017).
Menurut pernyataan tersebut, Pyongyang akan menanggapi dengan serangan nuklir terhadap perang nuklir dan pasti akan menang dalam konfrontasi ini.
Korut telah melakukan sejumlah peluncuran rudal dan uji coba nuklir. Salah satu yang terbaru peluncuran rudal balistik dari Sinpo, provinsi South Hamgyong, ke arah Laut Jepang pada 5 April lalu dan sebuah uji coba rudal pada hari Minggu yang tidak berhasil, menurut pejabat pertahanan Korea Selatan. Peluncuran tersebut dianggap melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Menanggapi ketegangan di wilayah tersebut, AS mengirim sebuah kelompok angkatan laut yang dipimpin oleh kapal induk USS Carl Vinson ke Semenanjung Korea. Pada tanggal 14 April, media AS melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump mungkin memerintahkan penyerangan terhadap Korut jika Pyongyang memutuskan untuk melakukan uji senjata nuklir lagi.
Menurut pejabat itu, Korut adalah negara yang cinta damai. Namun, mereka juga tidak akan lari jika terjadi perang.
"Korut adalah negara sosialis yang damai, tapi tidak takut perang dan tidak berusaha menghindarinya. Korut memiliki keinginan yang kuat untuk mencapai akhir yang pahit, jika AS bermaksud untuk melanjutkan kebijakan konfrontasinya," katanya dalam sebuah pernyataan.
"Tentara Korea telah secara jelas menunjukkan bahwa tindakan penanggulangannya akan mencakup serangan dan metode lainnya yang sifatnya mendadak," imbuhnya seperti dikutip dari Sputniknews, Sabtu (22/4/2017).
Menurut pernyataan tersebut, Pyongyang akan menanggapi dengan serangan nuklir terhadap perang nuklir dan pasti akan menang dalam konfrontasi ini.
Korut telah melakukan sejumlah peluncuran rudal dan uji coba nuklir. Salah satu yang terbaru peluncuran rudal balistik dari Sinpo, provinsi South Hamgyong, ke arah Laut Jepang pada 5 April lalu dan sebuah uji coba rudal pada hari Minggu yang tidak berhasil, menurut pejabat pertahanan Korea Selatan. Peluncuran tersebut dianggap melanggar resolusi Dewan Keamanan PBB.
Menanggapi ketegangan di wilayah tersebut, AS mengirim sebuah kelompok angkatan laut yang dipimpin oleh kapal induk USS Carl Vinson ke Semenanjung Korea. Pada tanggal 14 April, media AS melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump mungkin memerintahkan penyerangan terhadap Korut jika Pyongyang memutuskan untuk melakukan uji senjata nuklir lagi.
(ian)