Kerahkan Ratusan Marinir di Darwin, AS Klaim Bukan Mengancam Indonesia

Rabu, 19 April 2017 - 00:09 WIB
Kerahkan Ratusan Marinir...
Kerahkan Ratusan Marinir di Darwin, AS Klaim Bukan Mengancam Indonesia
A A A
JAKARTA - Amerika Serikat (AS) baru saja mengerahkan sekitar 200 marinir di Darwin, Australia. Militer AS mengklaim pengerahan ratusan marinir itu bukan untuk mengancam Indonesia.

Seorang komandan militer AS, Letnan Kolonel Brian S Middleton mengatakan Indonesia tidak perlu takut dengan penyebaran marinir AS tersebut. Kehadiran 200 marinir itu merupakan gelombang pertama dari total 1.250 marinir AS yang akan dikerahkan di Darwin.

Meski enggan mengomentari masalah pengerahan pasukan militer, Middleton mengaku memahami komentar Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) Jenderal Gatot Nurmantyo pada Januari lalu yang mempertanyakan maksud dari rencana penumpukan marinir AS di wilayah Australia tersebut.

Jenderal Gatot pernah berkomentar bahwa dia sempat menghabiskan 90 menit di pelabuhan untuk melihat fasilitas marinir AS tersebut. Dia mengkritik Australia yang menjadi tuan rumah bagi marinir AS. Dia juga mempertanyakan perlunya pengerahan marinir negeri Paman Sam secara massal ke dekat wilayah Indonesia.

”Saya menyadari komentarnya. Indonesia tidak perlu takut atas penyebaran (pasukan) angkatan laut AS ke Darwin,” katanya.

”Aliansi AS dengan Australia tetap kuat dan kami tahu mengapa kami di sini. Itu untuk Marinir AS dan Diggers Aussie berlatih dan beroperasi bersama satu sama lain,” lanjut Middleton.

Langkah militer AS ini seiring dengan memanasnya ketegangan dengan Korea Utara (Korut). Middelton mengatakan pentingnya strategis penyebaran marinir AS di Darwin tercermin dari ukurannya.

”Unsur tempur penerbangan adalah penyebaran paling kuat kami ke Darwin,” katanya. ”Akan ada 13 pesawat, empat tiltrotor Ospreys, lima helikopter Super Cobra dan empat helikopter Huey,” paparnya, seperti dilansir ntnews.com.au, semalam (18/4/2017).

Marinir AS yang dikerahkan ini berasal dari Batalyon 3, Resimen Marinir ke-4 dari Camp Pendleton, California. Para pasukan Washington itu akan berbasis di Robertson Barracks, Basis RAAF Darwin dan Pos Pertahanan Berrimah.
(mas)
Berita Terkait
Korut Ancam Akhiri Amerika...
Korut Ancam Akhiri Amerika Serikat dengan Senjata Nuklir
Amerika Serikat Prediksi...
Amerika Serikat Prediksi Korea Utara Siap Tes Nuklir Bulan Ini
Korea Utara Gelar Latihan...
Korea Utara Gelar Latihan Serangan Nuklir Taktis
Korea Utara Sebut Perang...
Korea Utara Sebut Perang Nuklir Sudah Dekat
Amerika Serikat Unjuk...
Amerika Serikat Unjuk Kekuatan Nuklir di Tengah Ketegangan Dunia
Digertak 2 Pesawat Pengebom...
Digertak 2 Pesawat Pengebom B-1 Amerika Serikat, Begini Respons Korea Utara
Berita Terkini
Mengejutkan, 92% Warga...
Mengejutkan, 92% Warga Israel Yakin Iran Telah Menang Perang
45 menit yang lalu
Perundingan Iran-AS...
Perundingan Iran-AS Hasilkan 4 Kesepakatan Utama, Negosiator Teheran Sempat Walkout
1 jam yang lalu
Jenderal Iran Peringatkan...
Jenderal Iran Peringatkan Pasukan Israel: Tinggalkan Lebanon atau Diusir Secara Memalukan!
2 jam yang lalu
Pertama Kalinya, China...
Pertama Kalinya, China Pamer Peluncuran Rudal Hipersonik Dongfeng-17 sebagai Pesan untuk AS
2 jam yang lalu
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
3 jam yang lalu
Aktor Breaking Bad Giancarlo...
Aktor 'Breaking Bad' Giancarlo Esposito Masuk Islam saat Syuting di Arab Saudi
3 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved