Pandang China, Duterte Batal Kibarkan Bendera di Pulau Sengketa

Kamis, 13 April 2017 - 14:33 WIB
Pandang China, Duterte...
Pandang China, Duterte Batal Kibarkan Bendera di Pulau Sengketa
A A A
MANILA - Presiden Rodrigo Duterte membatalkan kunjungan dan mengibarkan bendera di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan, yang jadi sengketa dengan China. Alasan pembatalan itu karena Duterte memandang China dan tidak mau bermusuhan dengan Beijing.

Filipina melalui Pengadilan Arbitrase Internasional di Den Hag bulan Juli 2016 dinyatakan sebagai pemilik hak kedaulatan atas Kepulauan Spratly. Pengadilan itu juga menolak klaim China atas hampir seluruh kawasan Laut China Selatan.

”Karena persahabatan kita dengan China dan karena kami menghargai persahabatan Anda, saya tidak akan pergi ke sana untuk menaikkan bendera Filipina,” katanya saat melakukan kunjungan resmi ke Arab Saudi yang dilansir Reuters, Kamis (13/4/2017).

“Saya akan mengoreksi diri karena kami menghargai persahabatan kami dengan China,” ujarnya.

Padahal, pada pekan lalu Duterte telah berencana mengujungi pulau sengketa tersebut dan mengikuti upacara bendera di sana.

”Sepertinya semua orang akan mengambil pulau-pulau di sana. Jadi kita lebih baik tinggal dengan orang-orang (di pulau) yang masih kosong. Apa yang kita lakukan sekarang, kita klaim itu dan membuat titik kuat dari sana,” ujar Duterte pekan lalu.

”Ada sekitar sembilan atau sepuluh pulau di sana, kita harus membentenginya,” ujar dia. ”Saya harus membangun bunker di sana atau rumah dan ketentuan untuk hunian.”
(mas)
Berita Terkait
Filipina dan China Bentrok,...
Filipina dan China Bentrok, 1 Tentara Terluka
Menlu Filipina kepada...
Menlu Filipina kepada China: Keluar dari Laut China Selatan!
Bersitegang dengan China,...
Bersitegang dengan China, Filipina Bangun Stasiun Pemantau di LCS
Duterte: Konflik dengan...
Duterte: Konflik dengan China Pasti Berujung Pertumpahan Darah
Menhan Filipina: Beijing...
Menhan Filipina: Beijing Ingin Caplok Lebih Banyak Wilayah di Laut China Selatan
Filipina: Dunia Dukung...
Filipina: Dunia Dukung Kami, China Sendirian
Berita Terkini
Mediator Usulkan Gencatan...
Mediator Usulkan Gencatan Senjata 10 Hari untuk Hidupkan Lagi Kesepakatan AS-Iran
1 jam yang lalu
Seorang Tentara AS Tewas...
Seorang Tentara AS Tewas di Irak Saat Buang Amunisi Drone Iran yang Jatuh
2 jam yang lalu
AS Tak Dapat Lindungi...
AS Tak Dapat Lindungi 50.000 Pasukannya di Timur Tengah dari Persenjataan Iran yang Besar
3 jam yang lalu
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
4 jam yang lalu
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
5 jam yang lalu
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
5 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved