Menhan Israel: Saya Tidak Terkejut Jika Presiden Iran Dibunuh
Rabu, 12 April 2017 - 13:47 WIB
Menhan Israel: Saya Tidak Terkejut Jika Presiden Iran Dibunuh
A
A
A
JERUSALEM - Menteri Pertahanan (Menhan) Israel, Avigdor Lieberman mengatakan, pembunuhan seorang anggota senior Hamas bulan lalu adalah pekerjaan orang dalam. Menurutnya, pembunuhan yang dilakukan internal adalah ciri khas sebuah kelompok.
"Kami dapat mengatakan dengan pasti bahwa itu adalah pembunuhan internal," kata Lieberman, seperti dilaporkan Russia Today, Rabu (12/4/2017).
Ia bahkan mengaku tidak akan terkejut jika seseorang akhirnya membunuh Presiden Iran. Israel selama ini menganggap Iran sebagai salah satu pendukung organisasi fundamentalis.
"Saya tidak akan terkejut jika, selama pemilu Iran pada 19 Mei, seseorang membunuh presiden Iran, Hassan Rouhani," ucapnya.
Lieberman tidak memberikan penjelasan lebih lanjut tentang potensi pembunuhan presiden Iran. Namun tampaknya tidak mungkin jika Hamas berusaha untuk membunuh presiden sebuah negara yang terdiri dari ideologi dan dikenal membantu perjuangan Palestina.
Kelompok Hamas bertujuan untuk membebaskan wilayah Palestina yang diduduki oleh negara Israel. SedangkanIran, setelah Revolusi 1979, memutuskan semua hubungan dengan Israel, dan pemerintahan Islam Iran tidak mengakui legitimasi Israel sebagai sebuah negara. Hal ini secara luas diyakini bahwa Teheran mendukung Hamas dalam upaya untuk merongrong otoritas Israel.
"Kami dapat mengatakan dengan pasti bahwa itu adalah pembunuhan internal," kata Lieberman, seperti dilaporkan Russia Today, Rabu (12/4/2017).
Ia bahkan mengaku tidak akan terkejut jika seseorang akhirnya membunuh Presiden Iran. Israel selama ini menganggap Iran sebagai salah satu pendukung organisasi fundamentalis.
"Saya tidak akan terkejut jika, selama pemilu Iran pada 19 Mei, seseorang membunuh presiden Iran, Hassan Rouhani," ucapnya.
Lieberman tidak memberikan penjelasan lebih lanjut tentang potensi pembunuhan presiden Iran. Namun tampaknya tidak mungkin jika Hamas berusaha untuk membunuh presiden sebuah negara yang terdiri dari ideologi dan dikenal membantu perjuangan Palestina.
Kelompok Hamas bertujuan untuk membebaskan wilayah Palestina yang diduduki oleh negara Israel. SedangkanIran, setelah Revolusi 1979, memutuskan semua hubungan dengan Israel, dan pemerintahan Islam Iran tidak mengakui legitimasi Israel sebagai sebuah negara. Hal ini secara luas diyakini bahwa Teheran mendukung Hamas dalam upaya untuk merongrong otoritas Israel.
(ian)