Warga Muslim Mesir Sumbang Darah untuk Korban Bom Gereja
Minggu, 09 April 2017 - 23:21 WIB
Warga Muslim Mesir Sumbang Darah untuk Korban Bom Gereja
A
A
A
KAIRO - Warga di Tanta, Mesir, dimana mayoritasnya adalah kaum Muslim, dilaporkan berbondong-bondong mendatangi masjid di wilayah tersebut. Mereka datang ke masjid bukan untuk salat, melainkan untuk melakukan donor darah bagi korban bom di gereja Kristen Koptik di kawasan itu.
Salah seorang warga Tanta bernama Mohammed Ahmad Hassan menyatakan, pihak pengurus masjid langsung mengumumkan bagi warga di Tanta untuk segera mendonorkan darah, tidak lama setelah ledakan itu terjadi.
"Pengurus masjid menggunakan pengeras suara yang digunakan untuk memanggil orang-orang di kota untuk berangkat ke masjid dan menyumbangkan darah guna membantu orang yang terluka oleh serangan tersebut. Seruan itu muncul setelah stok darah di rumah sakit mulai habis," ucap Hassan.
"Tampaknya, mayoritas yang datang ke masjid adalah masyarakat Muslim. Saat ini ratusan kantong darah sedang dikirim ke bank darah dan Rumah Sakit Umum di mana korban terluka dirawat," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (9/4).
Serangan bom saat perayaan Minggu Palma itu sendiri diketahui menewaskan 21 orang, dan melukai puluhan orang lainnya. Kelompok pendukung ISIS di Mesir mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
Salah seorang warga Tanta bernama Mohammed Ahmad Hassan menyatakan, pihak pengurus masjid langsung mengumumkan bagi warga di Tanta untuk segera mendonorkan darah, tidak lama setelah ledakan itu terjadi.
"Pengurus masjid menggunakan pengeras suara yang digunakan untuk memanggil orang-orang di kota untuk berangkat ke masjid dan menyumbangkan darah guna membantu orang yang terluka oleh serangan tersebut. Seruan itu muncul setelah stok darah di rumah sakit mulai habis," ucap Hassan.
"Tampaknya, mayoritas yang datang ke masjid adalah masyarakat Muslim. Saat ini ratusan kantong darah sedang dikirim ke bank darah dan Rumah Sakit Umum di mana korban terluka dirawat," sambungnya, seperti dilansir Al Arabiya pada Minggu (9/4).
Serangan bom saat perayaan Minggu Palma itu sendiri diketahui menewaskan 21 orang, dan melukai puluhan orang lainnya. Kelompok pendukung ISIS di Mesir mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.
(esn)