Anggota Pasukan Khusus AS Tewas saat Perangi ISIS di Afghanistan
Minggu, 09 April 2017 - 03:13 WIB
Anggota Pasukan Khusus AS Tewas saat Perangi ISIS di Afghanistan
A
A
A
WASHINGTON - Seorang anggota pasukan khusus Amerika Serikat (AS) tewas ketika melakukan operasi terhadap kelompok Islamic State atau ISIS di Afghanistan pada Sabtu malam. Kematian tentara Washington ini telah dikonfirmasi pihak militer AS melalui Twitter.
”Tentara itu terluka parah pada hari Sabtu selama operasi di Provinsi Nangarhar di Afghanistan timur,” kata juru bicara militer AS, Kapten Bill Salvin, melalui akun Twitter misi pasukan NATO.
Salvin kepada Reuters, Minggu (9/4/2017) membenarkan bahwa tentara yang tewas adalah seorang operator Pasukan Khusus AS. Dia tidak merinci detail kondisi korban termasuk penyebab kematiannya. Salvin berjanji akan menyampaikan informasi lebih lanjut.
Kelompok ISIS di Afghanistan dikenal sering beroperasi di Provinsi Khorasan. Kelompok itu diduga telah melakukan beberapa serangan terhadap kelompok minoritas Syiah.
Data intelijen AS yang dikutip para pejabat AS menyebut kelompok ISIS aktif di Nangarhar dan Provinsi Kunar.
Para pejabat AS pernah menyatakan ada sekitar 700 milisi yang aktif di Afghanistan. Namun, otoritas Kabul memperkirakan jumlahnya sekitar 1.500 orang.
Kelompok Taliban Afghanistan masih berusaha menggulingkan pemerintah yang didukung AS. Namun, Taliban menetang kehadiran kelompok ISIS di negara tersebut.
Kedua kubu setidaknya pernah terlibat bentrok dua kali karena sama-sama ingin mendapatkan pengaruh dan memperluas wilayah kekuasaan.
”Tentara itu terluka parah pada hari Sabtu selama operasi di Provinsi Nangarhar di Afghanistan timur,” kata juru bicara militer AS, Kapten Bill Salvin, melalui akun Twitter misi pasukan NATO.
Salvin kepada Reuters, Minggu (9/4/2017) membenarkan bahwa tentara yang tewas adalah seorang operator Pasukan Khusus AS. Dia tidak merinci detail kondisi korban termasuk penyebab kematiannya. Salvin berjanji akan menyampaikan informasi lebih lanjut.
Kelompok ISIS di Afghanistan dikenal sering beroperasi di Provinsi Khorasan. Kelompok itu diduga telah melakukan beberapa serangan terhadap kelompok minoritas Syiah.
Data intelijen AS yang dikutip para pejabat AS menyebut kelompok ISIS aktif di Nangarhar dan Provinsi Kunar.
Para pejabat AS pernah menyatakan ada sekitar 700 milisi yang aktif di Afghanistan. Namun, otoritas Kabul memperkirakan jumlahnya sekitar 1.500 orang.
Kelompok Taliban Afghanistan masih berusaha menggulingkan pemerintah yang didukung AS. Namun, Taliban menetang kehadiran kelompok ISIS di negara tersebut.
Kedua kubu setidaknya pernah terlibat bentrok dua kali karena sama-sama ingin mendapatkan pengaruh dan memperluas wilayah kekuasaan.
(mas)