Perkenalkan Rasha Atamny, Diplomat Muslim Pertama Israel

Kamis, 06 April 2017 - 00:13 WIB
Perkenalkan Rasha Atamny,...
Perkenalkan Rasha Atamny, Diplomat Muslim Pertama Israel
A A A
TEL AVIV - Untuk pertama kalinya, Kementerian Luar Negeri Israel menunjuk seorang perempuan Muslim sebagai diplomat di Ankara, Turki. Dia adalah Rasha Atamany, 31, asal Baqa al-Gharbiyye, pusat Israel.

Atmany merupakan perempuan Muslim-Arab di Israel. Dia ditunjuk sebagai sekretatis pertama Kedutaan Besar Israel di Turki, sebuah negara Muslim berpengaruh. Atmany sebelumnya telah menjadi kadet di Kementerian Luar Negeri.

Turki tercatat sebagai sekutu regional yang penting bagi Israel, dengan ikatan ekonomi yang kuat. Kedua negara menandatangani perjanjian rekonsiliasi pada bulan Juni 2016 untuk mengakhiri keretakan hubungan yang terjadi selama enam tahun.

Dia bukan diplomat perempuan Arab pertama negara Yahudi tersebut. Sebelumnya ada Rania Jubran, perempuan Kristen-Arab—putri Hakim Agung Salim Jubran—yang pernah bekerja untuk Kementerian Luar Negeri pada 2006-2009. Negara itu juga memiliki beberapa diplomat pria Muslim dan Kristen.

Atamny pernah belajar psikologi di Universitas Ibrani di Yerusalem. Dalam sebuah blog berbahasa Ibrani yang diunggah di situs Kementerian Luar Negeri dia mengisahkan usahanya mengasah kemampuan diplomatik di perguruan tinggi.

Selama kuliah dia juga aktif menulis soal diplomatik. ”Konsep ‘PBB’ membuat saya terpesona. Pada saat itu saya tidak tahu terlalu banyak tentang organisasi, tapi saya tahu bahwa saya seorang gadis yang dibesarkan di Baqa al-Gharbiya dan mengalami konflik Israel-Palestina dan Arab-Yahudi secara mendalam, (saya) percaya dan masih percaya pada perdamaian antara bangsa di dunia,” tulis dia.

Satu tahun setelah bergabung dengan klub “Model PBB”, Atamny direkomendasikan untuk diterima mewakili Israel di PBB di New York City sebagai duta pemuda untuk tiga bulan.

”Dari tiga bulan saya di PBB, salah satu titik balik selamanya akan menemani saya. Suatu hari, saya duduk di kursi Israel seperti biasa di Komite Majelis Hak Asasi Manusia, dan saya mendengarkan dengan penuh minat untuk diskusi yang berlangsung, (soal) pelanggaran hak-hak perempuan,” lanjut tulisan Atmany.

“Pada titik ini, saya telah memanfaatkan untuk mendengar serangkaian tuduhan terhadap Israel dari berbagai negara di Dewan, seperti (Duta Amerika Serikat untuk PBB) Nikki Haley baru-baru ini menjelaskan di media. Diskriminasi terhadap Israel sangat menonjol di PBB, dan mengecewakan,” imbuh dia, seperti dikutip Times of Israel, semalam (5/4/2017).

”Kali ini saya mendengarkan pidato dari Suriah, Arab Saudi, Iran, Irak, dan Mesir yang mengutuk ‘pelanggaran sistematis hak-hak perempuan’ oleh Israel, sementara saya seorang wanita Muslim-Arab asal Palestina mewakili Israel di Majelis Umum PBB,” sambung Atmany.

”Hari itu di PBB, yang membuat saya putus asa, kecewa, mendorong saya untuk mengambil masalah ke tangan saya sendiri,” papar dia. ”Saya percaya dalam damai, karena saya percaya bahwa orang dapat membuat perbedaan positif di dunia, dan saya ingin menjadi bagian dari perubahan. Jadi, saya mulai dengan memilih untuk bergabung dengan taruna Kementerian Luar Negeri saja.”
(mas)
Berita Terkait
Dikritik Erdogan, Perwakilan...
Dikritik Erdogan, Perwakilan Israel Walk Out dari Sidang Umum PBB
Turki-Israel Sepakat...
Turki-Israel Sepakat Tingkatkan Hubungan
Israel Kini Anggap Turki...
Israel Kini Anggap Turki Ancaman Terbesar, Melebihi Iran
Turki: Normalisasi Hubungan...
Turki: Normalisasi Hubungan dengan Israel Akan Bantu Palestina
Turki Sebut Normalisasi...
Turki Sebut Normalisasi Bahrain-Israel Pengkhianatan bagi Perjuangan Palestina
Tutup Akses Bea Cukai,...
Tutup Akses Bea Cukai, Turki Hentikan Perdagangan dengan Israel
Berita Terkini
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
22 menit yang lalu
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
1 jam yang lalu
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
1 jam yang lalu
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
2 jam yang lalu
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
2 jam yang lalu
Eks Kepala AL Jerman:...
Eks Kepala AL Jerman: Uni Eropa Bisa 'Berjalan Tanpa Sadar' Menuju Perang Melawan Rusia
3 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved