Horor Serangan Kimia Disorot Dunia, Rusia Tetap Dukung Assad

Kamis, 06 April 2017 - 00:07 WIB
Horor Serangan Kimia...
Horor Serangan Kimia Disorot Dunia, Rusia Tetap Dukung Assad
A A A
MOSKOW - Rusia menyatakan tetap mendukung pasukan rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad dengan operasi militer meski kengerian serangan senjata kimia di Idlib, Suriah, jadi perhatian masyarakat dunia. Horor serangan senjata kimia itu membuat Dewan Keamana PBB menggelar rapat darurat, Rabu (5/4/2017) WIB.

Laporan terkini ada sekitar 72 orang yang tewas termasuk 11 bocah di Khan Sheikun, Idlib, akibat terkena serangan senjata kimia. Baik rezim Assad maupun oposisi atau pemberontak Suriah tidak mengakui sebagai pelaku serangan senjata kimia yang sudah berlangsung beberapa hari ini.

Keputusan Moskow tetap mendukung rezim Damaskus dengan operasi militer disampaikan juru bicara Kremlin Dmitry Peskov. Menurutnya, dampak mengerikan senjata kimia di Idlib kemungkinan imbas dari kerusakan senjata kimia di situs penyimpanan senjata milik pemberontak. Tapi, kubu pemberontak Suriah menegaskan tidak memiliki gudang senjata kimia.

”Anda telah mendengar keterangan dari Departemen Pertahanan Rusia dan saya tidak menambah fakta-fakta yang mereka nyatakan. Federasi Rusia dan militer terus (meluncurkan) operasi untuk mendukung operasi anti-terorisme dan pembebasan negara, yang sedang dilakukan oleh angkatan bersenjata Suriah,”kata Peskov.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menyarankan Dewan Keamanan PBB mendesak Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) untuk meluncurkan misi pencari fakta. Dia minta OPCW diberi akses penuh ke situs serangan senjata kimia di Idlib.

”Sangat penting untuk menyerukan misi pencari fakta OPCW bertugas menyelidiki penggunaan senjata kimia di Suriah untuk mengumpulkan bukti insiden itu. Misi pencari fakta akan menyampaikannya kepada Dean Keamanan PBB Dewan untuk minta persetujuan, dan itu akan seimbang dalam hal (representasi) geografis,” kata Zakharova seperti dikutip Interfax.

Serangan, Kimia, Assad, Rusia, DuniaBocah korban serangan senjata kimia di Khan Sheikun, Idlib, Suriah, dievakusi pada Rabu (5/4/2017). Foto / REUTERS / Amar Abdullah

Pemberontak menuduh rezim Suriah mengebom Kota Khan Sheikun dengan amunisi kimia. Tuduhan ini didukung sejumlah pemerintah Barat, terutama Amerika Serikat dan Inggris.

Utusan Khusus PBB untuk Suriah Staffan de Mistura mengatakan, bukti yang handal diperlukan untuk mengonfirmasi dugaan penggunaan senjata kimia. Bukti itu juga untuk menetapkan siapa yang bertanggung jawab.

”Kami belum memiliki konfirmasi resmi atau terpercaya,” katanya. ”Kami akan menyerukan semua orang yang memiliki kemampuan agar mencari tahu secara teknis apa yang telah terjadi,” ujarnya.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Federica Mogherini juga mengatakan bahwa belum ada bukti untuk menarik kesimpulan apapun atas apa yang terjadi di Provinsi Idlib. Namun, ujar dia, bagaimanapun, pemerintah Suriah menjadi “penanggung jawab utama” atas situasi ini.

Tak hanya Moskow, Teheran juga tetap mendukung rezim Damaskus di tengah kecaman atas serangan senjata kimia di Idlib. Iran dan Rusia mengutip para ahli menyatakan bahwa tentara Suriah tidak punya alasan rasional untuk menggunakan senjata kimia terhadap pemberontak di Idlib.

Iran mengutuk setiap penggunaan senjata kimia dan menawarkan bantuan kepada para korban. ”Kami siap membawa korban ke Iran dan membantu mereka,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Ghasemi, seperti dikutip kantor berita Tasnim.

Sebelumnya Turki—yang kerap mengkritik Suriah—dilaporkan telah merawat puluhan korban serangan senjata kimia di rumah sakit yang terletak di dekat perbatasan Provinsi Hatay.
(mas)
Berita Terkait
Rusia: Sudah Waktunya...
Rusia: Sudah Waktunya untuk Hentikan Bantuan Turki ke Pemberontak Suriah
Rusia Veto Resolusi...
Rusia Veto Resolusi PBB yang Perpanjang Bantuan Lintas Batas ke Suriah
Sekjen PBB Serukan Solusi...
Sekjen PBB Serukan Solusi Politik untuk Akhiri 11 Tahun Perang di Suriah
Rusia Serukan Sidang...
Rusia Serukan Sidang Dewan Keamanan PBB setelah Israel Serang Misi Diplomatik Iran di Suriah
Di Majelis Umum PBB,...
Di Majelis Umum PBB, Suriah Nyatakan Dukung Invasi Rusia ke Ukraina
Sekjen PBB: Jika Bantuan...
Sekjen PBB: Jika Bantuan Dihentikan, Warga Suriah Hadapi Musim Dingin Mengerikan
Berita Terkini
Profil Abelardo De La...
Profil Abelardo De La Espriella, Pengacara Berjam Tangan Mewah yang Jadi Presiden Baru Kolombia
37 menit yang lalu
Iran dan AS Sepakati...
Iran dan AS Sepakati Peta Jalan untuk Mengakhiri Perang
41 menit yang lalu
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
1 jam yang lalu
9 Kota di Mana Matahari...
9 Kota di Mana Matahari Hampir Tidak Pernah Terbenam atau Terbit saat Musim Panas
2 jam yang lalu
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
2 jam yang lalu
Ledakan Dahsyat Guncang...
Ledakan Dahsyat Guncang Situs LNG Qatar, 54 Orang Terluka, 18 Hilang
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara Penguasa Cadangan...
10 Negara Penguasa Cadangan Logam Tanah Jarang Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved