Rusia: Ribuan Orang Tewas Dalam Operasi AS di Mosul
Senin, 03 April 2017 - 17:22 WIB
Rusia: Ribuan Orang Tewas Dalam Operasi AS di Mosul
A
A
A
MOSKOW - Pemerintah Rusia menyatakan, ribuan warga sipil tewas dalam apa yang mereka sebut operasi pembebasan Mosul yang dilakukan oleh koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS). Jumlah itu, menurut Rusia, hanya saat AS melakukan operasi di Mosul.
"Menurut data terbuka, serta informasi dari pemerintah Irak, setidaknya 1 500 orang sipil tewas akibatnya tindakan perang bertujuan “pembebasan” tepi kiri kota Mosul (bagian timur) dari ISIS. Jumlah orang yang meninggalkan kota ini melebihi 160.000 orang," kata pernyataan yang dirilis Kedutaan Besar Rusia di Jakarta pada Senin (3/4).
"Selama bentrokan bersenjata, setidaknya sekitar 60% bangunan lembaga pemerintah, 90% prasarana kendaraan, semua objek kepolisian dan lembaga penetapan hukum yang lain, 15% perumahan, dan 30% lembaga pendidikan ikut hancur," sambungnya.
Rusia menyebut kawasan Karama dan Aden terkena dampak paling besar. Sistem perbekalan air dan listrik, komunikasi telepon dan televisi dihancurkan sepenuhnya. selain itu, 70% fasilitas dua rumah sakit yang satu-satunya di kota diruntuhkan, sistem kesehatan berada dalam kekacauan, serta semua jembatan yang menghubungkan timur dan barat Mosul juga ikut hancur.
Dalam pernyataanya, Rusia turut menyinggung operasi yang dilakukan oleh koalisi AS di barat Mosul. Menurut mereka, penggunaan senjata berat di Mosul barat seharusnya tidak dilakukan, karena wilayah itu lebih padat dibanding sisi timur Mosul.
"Menurut data terbuka, serta informasi dari pemerintah Irak, setidaknya 1 500 orang sipil tewas akibatnya tindakan perang bertujuan “pembebasan” tepi kiri kota Mosul (bagian timur) dari ISIS. Jumlah orang yang meninggalkan kota ini melebihi 160.000 orang," kata pernyataan yang dirilis Kedutaan Besar Rusia di Jakarta pada Senin (3/4).
"Selama bentrokan bersenjata, setidaknya sekitar 60% bangunan lembaga pemerintah, 90% prasarana kendaraan, semua objek kepolisian dan lembaga penetapan hukum yang lain, 15% perumahan, dan 30% lembaga pendidikan ikut hancur," sambungnya.
Rusia menyebut kawasan Karama dan Aden terkena dampak paling besar. Sistem perbekalan air dan listrik, komunikasi telepon dan televisi dihancurkan sepenuhnya. selain itu, 70% fasilitas dua rumah sakit yang satu-satunya di kota diruntuhkan, sistem kesehatan berada dalam kekacauan, serta semua jembatan yang menghubungkan timur dan barat Mosul juga ikut hancur.
Dalam pernyataanya, Rusia turut menyinggung operasi yang dilakukan oleh koalisi AS di barat Mosul. Menurut mereka, penggunaan senjata berat di Mosul barat seharusnya tidak dilakukan, karena wilayah itu lebih padat dibanding sisi timur Mosul.
(esn)