Pemimpin Muslim Chechnya Dituduh Kumpulkan Para Gay untuk Dibunuh

Senin, 03 April 2017 - 11:27 WIB
Pemimpin Muslim Chechnya...
Pemimpin Muslim Chechnya Dituduh Kumpulkan Para Gay untuk Dibunuh
A A A
GROZNY - Pemimpin Muslim Chechnya Ramzan Kadyrov dituduh telah mengumpulkan lebih dari 100 pria yang dituduh gay untuk dibunuh. Menurut laporan awal, setidaknya tiga orang tewas dibunuh.

Tuduhan ini muncul salah satunya dari laporan kabar Rusia, Novaya Gazeta, dan para aktivis hak asasi manusia. Laporan mengutip para pejabat penegak hukum federal Rusia.

Alasan pengumpulan dan pembunuhan itu karena orientasi seksual yang menyimpang. Laporan yang juga diterbitkan The New York Times menyebut, pria berusia antara 16 hingga 50 tahun telah menghilang selama seminggu terakhir.

Laporan surat kabar itu ditulis oleh seorang penulis yang dianggap sebagai tokoh terkemuka otoritas Rusia.

Namun, Kadyrov dengan tegas membantah tuduhan itu. Dia mengklaim tidak ada pria gay di Chechnya.

Melalui juru bicaranya, Alvi Karimov, Kadyrov, menyebut laporan itu sebagai “kebohongan mutlak dan disinformasi”. Dia kembali menegaskan bahwa tidak ada pria-pria gay yang hidup di wilayahnya.

”Anda tidak bisa menahan dan menganiaya orang-orang yang sama sekali, tidak ada (seperti itu) di republik ini,” katanya kepada kantor berita Interfax.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri Chechnya menolak laporan itu dan menganggapnya sebagai “lelucon April Mop”.

Tuduhan itu muncul bersamaan dengan rencana kelompok pembela hak-hak gay, “GayRussia.ru” yang mengajukan izin untuk menggelar parade gay di empat kota di wilayah Kaukasus Utara Rusia, termasuk Chechnya. Namun, belum jelas apakah izin itu disetujui atau tidak.

Ekaterina Sokirianskaia, Direktur International Crisis Group untuk proyek Rusia, mengatakan kepada The Guardian bahwa dia telah menerima informasi yang mendukung klaim pembunuhan para gay itu.

”Saya pernah mendengar tentang hal itu terjadi di Grozny (Ibu Kota Chechnya), di luar Grozny, dan di antara orang-orang dari usia dan profesi yang sangat berbeda,” ujarnya. Tapi, pihaknya mengakui kesulitan untuk memverifikasi klaim itu kepada otoritas Chechnya.
(mas)
Berita Terkait
Chechnya klaim Mariupol...
Chechnya klaim Mariupol telah dikuasai penuh Pasukan Rusia dan Chechnya
Chechnya Kembali Kirim...
Chechnya Kembali Kirim Ratusan Sukarelawan Bersihkan Ukraina dari Nasionalis dan Neo Nazi
Mengenal Perang Chechnya...
Mengenal Perang Chechnya Pertama, Pasukan Rusia Bertekuk Lutut di Bawah Mujahidin Islam
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Raih 99 Persen Suara,...
Raih 99 Persen Suara, Ramzan Kadyrov Kembali Terpilih sebagai Pemimpin Chechnya
Begini Penampakan Pasukan...
Begini Penampakan Pasukan Elite Muslim Chechnya yang Membantu Rusia Perangi Ukraina
Berita Terkini
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
5 menit yang lalu
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
1 jam yang lalu
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
9 jam yang lalu
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
11 jam yang lalu
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
12 jam yang lalu
Netanyahu dan Trump...
Netanyahu dan Trump Bahas Nota Kesepahaman Mendatang dengan Iran
13 jam yang lalu
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Larang Ondel-ondel Digunakan untuk Ngamen di Jalanan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved