Singgung Kristen dan Yahudi, Imam Masjid Singapura Minta Maaf

Sabtu, 01 April 2017 - 09:11 WIB
Singgung Kristen dan...
Singgung Kristen dan Yahudi, Imam Masjid Singapura Minta Maaf
A A A
SINGAPURA - Seorang imam masjid di Singapura menyesal dan meminta maaf atas doanya yang menyinggung umat Kristen dan Yahudi. Imam itu mengklarifikasi materi doa usai khotbah itu bukan bersumber dari kitab suci Alquran.

Imam tersebut benama Nalla Mohamed Abdul Jameel. Dia menjadi imam di Masjid Jamae, Singapura.

Pada bulan Februari lalu, muncul video online, di mana Nalla membacakan doa dalam bahasa Arab usai khotbah.Doa itu bila diterjemahkan berbunyi; “Tuhan membantu kita melawan Yahudi dan Kristen”.

Pada hari Jumat (31/3/2017), Nalla membuat pernyataan penyesalan dan meminta maaf kepada sekelompok pemimpin dari berbagai kelompok agama, termasuk dari Kristen. Pernyataan disampaikan dalam pertemuan di Harmony in Diversity Galerry, Maxwell Road.

Pertemuan diselenggarakan atas permintaan imam masjid itu sendiri. ”Saya sepenuhnya menghormati hukum negara dan menghargai keprihatinan masyarakatnya. Saya benar-benar menyesal bahwa saya telah menyinggung Anda, dan saya harus memikul tanggung jawab penuh atas tindakan saya, sebagai bagian dari tugas saya kepada semua warga Singapura,” kata Nalla dalam sebuah pernyataan.

“Saya dipenuhi dengan penyesalan yang besar atas ketidaknyamanan, ketegangan dan trauma yang saya timbulkan kepada negara yang damai ini,” lanjut Nalla, 47, yang merupakan guru agama asal India.

Dia mengakui tindakannya tidak memiliki tempat, di manapun. ”Dalam hal ini (di negara) yang sangat multi-etnis, multi-agama dan multi-budaya,” sambung dia, seperti dikutip dari Straits Times, Sabtu (1/4/2017).

Dia menjelaskan bahwa doa provokatif yang berbunyi; ”Tuhan membantu kita melawan Yahudi dan Kristen”, bukan bersumber dari Alquran. Tapi, menurutnya, berasal dari dari teks Arab kuno di desa asalnya, di India.

Permintaan maaf itu disampaikan sebulan setelah Menteri Hukum Singapura K. Shanmugam mengatakan di Parlemen bahwa polisi sedang menyelidiki imam tersebut atas tindakannya. Orang-orang yang merekam dan menyebarkan video khotbahnya juga diselidiki.

Video semula diunggah akun Terence Nunis, seorang Muslim, di media sosial. Video itu memicu kemarahan di komunitas Muslim karena dianggap mencoreng citra Islam.
(mas)
Berita Terkait
Wisata Menakjubkan di...
Wisata Menakjubkan di Sentosa Sensoryscape, Landmark Terbaru Singapura
Dubes Singapura Kwok...
Dubes Singapura Kwok Fook Seng Gelar Buka Puasa Bersama 70 Anak Yatim di Masjid Istiqlal
Singapore Dream Sudah...
Singapore Dream Sudah Mengalami Pergeseran, Apa Pemicunya?
Pemilu Singapura seperti...
Pemilu Singapura seperti Sandiwara, Hanya Melanggengkan Kekuasaan PAP
PM Singapura Akan Serahkan...
PM Singapura Akan Serahkan Kepemimpinan PAP Kepada Lawrence Wong
Politikus Muslim Ini...
Politikus Muslim Ini Ungkap Rahasia Kesuksesan Singapura
Berita Terkini
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
54 menit yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
1 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
2 jam yang lalu
Kim Jong-un Perintahkan...
Kim Jong-un Perintahkan AL Korut Produksi Kapal Perusak dan Senjata Bawah Air Rahasia
3 jam yang lalu
Mojtaba Khamenei Murka!...
Mojtaba Khamenei Murka! Kuwait dan Bahrain Dihujani Drone dan Rudal Iran
4 jam yang lalu
Putin: Serangan Rudal...
Putin: Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik Rusia terhadap Ukraina Hanya Tes, Belum Skala Penuh
5 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved