Mungkinkah Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump Lahirkan Perdamaian ?
Jum'at, 31 Maret 2017 - 11:44 WIB
Mungkinkah Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump Lahirkan Perdamaian ?
A
A
A
BEIJING - Presiden China Xi Jinping akan menyambangi Presiden Donald Trump. Mungkinkah pertemuan yang akan berlangsung di di Resor Mara-Lago, Florida, pada 6-7 April mendatang akan melahirkan perdamaian ?
Buat kedua kepala negara besar, pertemuan ini merupakan kali pertama. Publik pun selama ini mengetahui betapa 'menghangatnya, hubungan kedua negara menyoal isu Korea Utara (Korut), Laut China Selatan, hingga konflik perdagangan.
Kepastian pertemuan Presiden Xi dan Trump diumumkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lu Kang pada konferensi pers harian. Dia tidak memberikan keterangan detail mengenai agenda pertemuan kedua presiden tersebut. Namun, pertemuan itu diperkirakan akan membahas berbagai kepentingan yang menguntungkan kedua belah pihak.
"Pasar mendikte bahwa kepentingan dua negara telah diatur sehingga kalian selalu memiliki saya dan saya akan selalu memiliki kalian,"kata Lu dilansir Reuters.
"Kedua belah pihak seharusnya bekerja sama untuk membuat dua kepentingan yang saling menguntungkan lebih besar dan tidak mencari distribusi yang lebih adil," katanya merespons friksi perdagangan kedua belah pihak.
Trump berulang kali mengkritik kebijakan perdagangan Beijing. Bahkan, AS kerap meminta China menekan Korut mengenai program nuklirnya. Pertemuan tersebut akan menjadi hal krusial karena akan menentukan ekonomi kedua negara dalam beberapa tahun mendatang.
Hungan kedua negara mulai membaik menyusul kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Yang Jiechi ke Washington. Demikian juga sebaliknya, Menlu AS Rex Tillerson juga menggelar lawatan ke Beijing dan bertemu dengan Presiden Xi. Presiden China itu menjadi pemimpin dunia kedua yang ditemui Trump di Mara-Lago.
Sebelumnya, Trump pernah menjamu Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe di sana. Sumber diplomatik di Beijing mengatakan kepada AFP bahwa pertemuan Trump-Xi pada dasarnya fokus untuk memberikan kesempatan bagi keduanya untuk saling mengenal satu sama lain. Pertemuan itu sepertinya tidak akan membahas isu ketegangan di antara kedua negara. Namun, berbagai isu itu akan diperbincangkan pada perundingan mendatang.
"Pertemuan Trump-Xi akan menjadi kombinasi perdamaian dan hadiah ekonomi. Itu sebelum mereka berdiskusi tentang perdagangan, titik konflik regional, dan isu sumber daya manusia," kata Direktur Carnegie Endowment for International Peace wilayah Asia, Douglas Paal. (Andika Hendra M)
Buat kedua kepala negara besar, pertemuan ini merupakan kali pertama. Publik pun selama ini mengetahui betapa 'menghangatnya, hubungan kedua negara menyoal isu Korea Utara (Korut), Laut China Selatan, hingga konflik perdagangan.
Kepastian pertemuan Presiden Xi dan Trump diumumkan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Lu Kang pada konferensi pers harian. Dia tidak memberikan keterangan detail mengenai agenda pertemuan kedua presiden tersebut. Namun, pertemuan itu diperkirakan akan membahas berbagai kepentingan yang menguntungkan kedua belah pihak.
"Pasar mendikte bahwa kepentingan dua negara telah diatur sehingga kalian selalu memiliki saya dan saya akan selalu memiliki kalian,"kata Lu dilansir Reuters.
"Kedua belah pihak seharusnya bekerja sama untuk membuat dua kepentingan yang saling menguntungkan lebih besar dan tidak mencari distribusi yang lebih adil," katanya merespons friksi perdagangan kedua belah pihak.
Trump berulang kali mengkritik kebijakan perdagangan Beijing. Bahkan, AS kerap meminta China menekan Korut mengenai program nuklirnya. Pertemuan tersebut akan menjadi hal krusial karena akan menentukan ekonomi kedua negara dalam beberapa tahun mendatang.
Hungan kedua negara mulai membaik menyusul kunjungan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Yang Jiechi ke Washington. Demikian juga sebaliknya, Menlu AS Rex Tillerson juga menggelar lawatan ke Beijing dan bertemu dengan Presiden Xi. Presiden China itu menjadi pemimpin dunia kedua yang ditemui Trump di Mara-Lago.
Sebelumnya, Trump pernah menjamu Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe di sana. Sumber diplomatik di Beijing mengatakan kepada AFP bahwa pertemuan Trump-Xi pada dasarnya fokus untuk memberikan kesempatan bagi keduanya untuk saling mengenal satu sama lain. Pertemuan itu sepertinya tidak akan membahas isu ketegangan di antara kedua negara. Namun, berbagai isu itu akan diperbincangkan pada perundingan mendatang.
"Pertemuan Trump-Xi akan menjadi kombinasi perdamaian dan hadiah ekonomi. Itu sebelum mereka berdiskusi tentang perdagangan, titik konflik regional, dan isu sumber daya manusia," kata Direktur Carnegie Endowment for International Peace wilayah Asia, Douglas Paal. (Andika Hendra M)
(bbk)