Bertemu Delegasi AS, Israel Tolak Hentikan Permukiman Ilegal

Jum'at, 24 Maret 2017 - 11:51 WIB
Bertemu Delegasi AS,...
Bertemu Delegasi AS, Israel Tolak Hentikan Permukiman Ilegal
A A A
WASHINGTON - Pemerintahan Donald Trump menegaskan keprihatinannya tentang aktivitas permukiman ilegal Israel. Pasalnya, pembicaraan intensif yang dilakukan utusan Washington dengan Israel berakhir tanpa kesepakatan untuk membatasi pembangunan di tanah yang akan menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan.

Utusan Timur Tengah Trump, Jason Greenblatt, memimpin delegasi untuk melakukan diskusi intensif dengan kepala staf Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Yoav Horowitz, dan penasihat kebijakan luar negeri Jonathan Schachter.

"Delegasi AS menegaskan kembali kekhawatiran Presiden Trump mengenai kegiatan permukiman dalam konteks bergerak menuju perjanjian perdamian," menurut pernyataan bersama yang dirilis oleh Gedung Putih.

"Delegasi Israel menegaskan niat Israel untuk terus menjalankan kebijakan mengenai kegiatan permukiman dimana hal itu memunculkan kekhawatiran. Pembicaraan dilakukan dengan serius dan kontrukstif, dan pembicaraan akan terus berlangsung," kata Gedung Putih seperti dikutip dari Reuters, Jumat (24/3/2017).

Menurut pernyataan bersama itu, dalam pembicaraan itu, kedua pejabat membahas langkah-langkah untuk memperbaiki iklim perdamaian. Dikatakan fokus utama adalah pada langkah-langkah yang bisa bisa memiliki dampak berarti pada lingkungan ekonomi di Tepi Barat dan Gaza. Secara khusus, keinginan untuk memajukan upaya menuju kemandirian dalam listrik dan air.

Saat kunjungan Netanyahu ke Gedung Putih pada bulan lalu, Trump mendesak agar Israel untuk menunda perluasan permukiman ilegal. Keduanya kemudian sepakat bahwa pembantu mereka akan mencari akomodasi berapa banyak Israel dapat membangun dan di wilayah mana.

Sebagian besar negara menganggap permukiman Israel, dibangun di atas tanah yang diambil di perang Timur Tengah pada 1967, ilegal. Israel tidak setuju, mengutip hubungan sejarah dan politik untuk wilayah, serta kepentingan keamanan.
(ian)
Berita Terkait
Apa Hubungan Amerika...
Apa Hubungan Amerika Serikat dengan Israel?
Langka, Amerika Serikat...
Langka, Amerika Serikat Jatuhkan Sanksi Terhadap Israel
Pendudukan Kembali Gaza...
Pendudukan Kembali Gaza Pascaperang Israel-Hamas Ditolak Amerika Serikat
Kenapa Presiden Amerika...
Kenapa Presiden Amerika Serikat Selalu Pro-Israel?
Paul Findley: Amerika...
Paul Findley: Amerika Serikat adalah Dermawan Israel
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Israel Digempur Serangan DDoS
Berita Terkini
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
11 menit yang lalu
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
4 jam yang lalu
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
4 jam yang lalu
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
5 jam yang lalu
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
7 jam yang lalu
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
7 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved