Pria Australia Pengibar Bendera OPM di KJRI Didenda Rp5 Juta

Jum'at, 24 Maret 2017 - 00:06 WIB
Pria Australia Pengibar...
Pria Australia Pengibar Bendera OPM di KJRI Didenda Rp5 Juta
A A A
MELBOURNE - Pria Australia pengibar bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM) di kompleks Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Melbourne dihukum denda sebesar AUD500 atau sekitar Rp5 juta. Tapi, pria Australia bernama Tyrone Gibb, 42, ini menolak membayarnya.

Gibb memanjat pagar gedung KJRI Melbourne dan mencapai balkon lantai satu bangunan pada 6 Januari lalu. Dia kemudian melambaikan bendera separatis OPM yang dikenal sebagai bendera ”Bintang Kejora”.

Pria Australia ini menyalahkan negaranya yang dia tuduh telah “menjual dirinya”. Pengadilan Melbourne menyatakan bahwa Gibb mengaku bersalah telah masuk kompleks KJRI tanpa izin.

Dia ditangkap dan didakwa setelah Pemerintah Indonesia mengkritik Pemerintah Australia yang lambat menindaknya. Dia ditangkap hampir sebulan setelah aksi pengibaran bendera OPM yang dia rekam dan diunggah di Facebook.

Dalam sidang pengadilan, Gibb mengatakan bahwa Indonesia secara ilegal menduduki Papua Barat. Gibb mengatakan, jika dia mengibarkan bendera “Bintang Kejora” di Indonesia, maka dia akan dihukum 15 tahun penjara, sehingga dia bersikeras melakukan protes diam di negaranya.

”Australia menjual saya keluar,” katanya, seperti dikutip dari The Age, semalam (23/3/2017). Gibb menangis saat dia mengatakan bahwa dia memiliki foto dan dokumen medis yang menunjukkan orang telah disiksa dan dibunuh.

Menurutnya, dia memiliki teman teman di Papua Barat yang berada dalam risiko menderita kekerasan yang serius. ”Pemerintah Australia akan menolak untuk mengakui ini. Saya tidak tahu bagaimana lagi (untuk mengekspresikan diri tentang hal ini) untuk memprotesnya,” ujar dia.

Hakim Tony Burns menghukum denda AUD500 untuk kejahatan yang dilakukan terdakwa. Gibb meminta maaf kepada pengadilan, tetapi dia bersikeras tidak akan membayar denda.”Saya tidak perlu membayarnya, saya tidak akan membayar,” imbuh dia.
(mas)
Berita Terkait
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
KJRI Melbourne Benarkan...
KJRI Melbourne Benarkan Ada WNI yang Ditangkap Karena Ngutil Tas Mewah
Kerjasama dengan UNICEF,...
Kerjasama dengan UNICEF, Australia Bantu Penanganan Covid-19 Indonesia
Wasit Yordania Adham...
Wasit Yordania Adham Makhadmeh Pimpin Laga Timnas Indonesia vs Australia
Peringkat Timnas Indonesia...
Peringkat Timnas Indonesia Terpaut Jauh dari Australia, Shin Tae-yong: Kami Tidak Gentar
Berita Terkini
Mossad Pasok Milisi...
Mossad Pasok Milisi Kurdi dengan Senjata yang Disita dari Hamas dan Hizbullah
5 jam yang lalu
Hamas Tak akan Serahkan...
Hamas Tak akan Serahkan Persenjataan, tapi Hanya Polisi yang Bawa Senjata di Gaza
6 jam yang lalu
Drone Terjang Galilea...
Drone Terjang Galilea Barat Beberapa Menit setelah Netanyahu Pergi
7 jam yang lalu
Iran Sebut Pangkalan...
Iran Sebut Pangkalan AS Target Sah dan Sumber Kekacauan Timur Tengah
8 jam yang lalu
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
9 jam yang lalu
Iran Berupaya Pungut...
Iran Berupaya Pungut Biaya Layanan, Bukan Tol untuk Lintasi Selat Hormuz
10 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Inggris...
Skuad Timnas Inggris di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Liverpool
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved