Polri Sebut Interpol Telah Keluarkan Red Notice untuk Petinggi Sinopec

Selasa, 21 Maret 2017 - 17:39 WIB
Polri Sebut Interpol...
Polri Sebut Interpol Telah Keluarkan Red Notice untuk Petinggi Sinopec
A A A
JAKARTA - Polri menyatakan Interpol telah mengeluarkan red notice terhadap tiga eksekutif perusahaan asal China Sinopec. Ketiganya dicurigai terlibat penipuan pembangunan terminal minyak Sinopec senilai lebih dari USD800 juta di Indonesia.

China Petroleum dan Chemical Corp, atau Sinopec, adalah perusahaan minyak terbesar kedua China.

"Tiga red notice telah diterbitkan terhadap tiga buronan ini," kata juru bicara Polri, Boy Rafli Amar seperti dikutip dari Reuters, Selasa (21/3/2017).

Boy Rafli mengungkapkan pemerintah Indonesia telah mengajukan permintaan bantuan interpol pada 21 Februari terhadap tiga eksekutif Sinopec. Mereka menjadi tersangka kasus dugaan penggelapan uang dari proyek West Point Terminal. Ketiganya adalah direktur keuangan West Point Terminal Zhang Jun, kepala eksekutif Feng Zhigang dan Chairman Ye Zhijun.

Menanggapi hal ini , seorang juru bicara Sinopec menolak berkomentar. Reuters belum bisa menemukan nomor telepon atau alamat email untuk tiga eksekutif, sehingga belum mampu untuk menghubungi mereka untuk memberikan komentar.

West Point Terminal disebut-sebut menjadi terminal minyak terbesar di Asia Tenggara. Terminal ini diharapkan akan beroperasi pada pertengahan 2016, namun telah menghadapi serangkaian kemunduran termasuk gugatan yang diajukan oleh pemegang saham Indonesia pada bulan November.

Proyek yang dibangun di zona perdagangan bebas Batam ini 95% sahamnya dimiliki oleh Sinopec Kantons Holdings, anak perusahaan dari Sinopec. Sinopec Kantons membangun proyek WPT pada Januari 2012, yang bertujuan untuk mengembangkan fasilitas penyimpanan 2,6 juta ton senilai lebih dari USD800 juta.

Proyek ini tertunda beberapa tahun karena lambatnya permintaan untuk ruang tangki, Reuters melaporkan. Seorang pejabat di kementerian energi Indonesia mengatakan operasi izin hilir untuk WTP berakhir pada akhir 2014.

Aset lain yang dimiliki Sinopec di Indonesia adalah saham 18 persen dalam proyek deep water Chevron yang dibeli pada tahun 2010. Sinopec Kantons, yang merupakan salah satu anak perusahaan terkecil Sinopec, tidak segera tersedia untuk berkomentar.
(ian)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
Houthi dan Milisi Irak...
Houthi dan Milisi Irak Kompak Serang Arab Saudi, Riyadh: Agresor Itu Didukung Iran
1 jam yang lalu
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
2 jam yang lalu
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
3 jam yang lalu
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
4 jam yang lalu
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
5 jam yang lalu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
6 jam yang lalu
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved