Cabut Laporan Israel Lakukan Apartheid, Hizbullah Sebut PBB Lemah

Minggu, 19 Maret 2017 - 02:52 WIB
Cabut Laporan Israel...
Cabut Laporan Israel Lakukan Apartheid, Hizbullah Sebut PBB Lemah
A A A
BEIRUT - Pemimpin gerakan Hizbullah Lebanon mengecam PBB sebagai lembaga yang lemah. Kecaman itu datang setelah PBB menarik laporan yang menuduh Israel memaksakan rezim apartheid di Palestina.

"Insiden tersebut berfungsi sebagai pengingat dari kebenaran organisasi ini, jika PBB itu lemah dan menyerah kepada kehendak Amerika Serikat (AS) dan Israel," kata pemimpin Hizbullah Sayyed Hassan Nasrallah dalam pidato di televisi seperti dikutip dari Reuters, Minggu (19/3/2017).

Ia juga mengatakan jika PBB tidak mampu mengambil sikap dan bencana dari laporan itu membuktikan jika PBB tidak dapat diandalkan untuk membela hak asasi manusia di Timur Tengah.

Sebelumnya, Komisi PBB untuk Ekonomi dan Sosial Asia Barat (ESCWA) menerbitkan sebuah laporan yang menuduh Israel telah memberlakukan rezim apartheid di Palestina. Ini untuk pertama kalinya, komisi di PBB terang-terangan menyatakan Israel menerapkan kebijakan diskriminasi rasial terhadap rakyat Palestina.

Belakangan laporan itu sudah tidak terlihat lagi di website ESCWA. Juru bicara U.N. Stephane Dujarric mengatakan laporan itu dipublikasikan tanpa konsultasi dengan sekretariat U.N..

"Ini bukan tentang konten, ini adalah tentang proses," kata Dujarric wartawan di New York pada Jumat.

"Sekretaris Jenderal tidak dapat menerima bahwa seorang wakil sekretaris jenderal atau pejabat senior PBB senior lainnya yang melapor kepadanya akan mengotorisasi publikasi dengan nama PBB, di bawah logo PBB, tanpa berkonsultasi dengan departemen yang kompeten dan bahkan dirinya sendiri," katanya.

Akibat adanya tekanan akibat laporan itu, Wakil Sekretaris Jenderal PBB Rima Khalaf menyatakan mengundurkan diri. Khalaf yang berasal dari Yordania, mengatakan ia telah mengajukan pengunduran dirinya kepada Sekjen PBB Antonio Guterres. Pengunduran diri itu diajukan setelah Guterres bersikeras untuk menarik laporan tersebut.
(ian)
Berita Terkait
Israel Invasi Lebanon,...
Israel Invasi Lebanon, Pasukan Penjaga Perdamaian PBB Hanya Menonton
Sekjen PBB Antonio Guterres:...
Sekjen PBB Antonio Guterres: Neraka Sedang Terjadi di Lebanon
UNIFIL Desak Hizbullah...
UNIFIL Desak Hizbullah dan Israel Setop Saling Serang
Misi Iran di PBB: Serangan...
Misi Iran di PBB: Serangan Israel di Lebanon akan Picu Perang Menghancurkan
PBB Peringatkan Perang...
PBB Peringatkan Perang Baru akan Segera Terjadi
Pasukan PBB Boleh Gelar...
Pasukan PBB Boleh Gelar Operasi Independen, Hizbullah: Itu Pelanggaran Kedaulatan
Berita Terkini
Dunia Harus Alihkan...
Dunia Harus Alihkan Perhatian ke Tepi Barat! Israel Terus Caplok Tanah Warga Palestina
59 menit yang lalu
10 Raja Terkaya di Dunia,...
10 Raja Terkaya di Dunia, Nomor 1 Punya Harta Tembus Rp700 Triliun
1 jam yang lalu
Suriah Mencari Kesepakatan...
Suriah Mencari Kesepakatan Keamanan dengan Israel, Apa Dipicu Ketakutan atau Trauma?
2 jam yang lalu
Perang Ukraina Masuk...
Perang Ukraina Masuk ke Babak Baru, Pasokan Senjata Rusia ke Iran Terganggu
3 jam yang lalu
Tak Ada Jalan Keluar,...
Tak Ada Jalan Keluar, 6 Pilihan Strategi Trump saat Perang Iran Makin Memburuk
4 jam yang lalu
Rudal Iran Makin Akurat...
Rudal Iran Makin Akurat Gempur Pangkalan AS, Benar Canggih atau Dibantu Rusia dan China?
5 jam yang lalu
Infografis
Keringanan PBB-P2 DKI...
Keringanan PBB-P2 DKI Jakarta 2026 Berlaku Bertahap
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved